My “First Time” in 2015


“When was the last time you did something for the first time” ~ John C. Maxwell

So here is the list of my ‘first time’ in 2015:
Tahun ini gue mengunjungi banyak tempat untuk pertama kalinya. Hanoi saat ulang tahun dengan drama batal nginep di kapal dan juga Penang dengan surga makanannya. Belum lagi Gili Trawangan dan Bunaken yang memanjakan mata dengan pemandangan pantai dan bawah lautnya. Di Bali pun ada beberapa tempat yang baru pertama didatangi, diantaranya Tegalalang dengan pemandangan sawah terasiring yang menenangkan dan Pura Ulun Danu Beratan yang gambarnya ada di uang lima puluh ribu. Tahun depan mudah-mudahan ada rejeki jadi bisa ke tempat lain lagi. New York? London? Moskow? Ah, Bromo dulu aja kali yang deket :p

Masih berhubungan dengan travelling, tahun ini juga pertama kalinya gue mengunjungi beberapa tempat wisata lokal yang berkaitan dengan sejarah, misalnya Museum Prasasti, Museum Gajah, Museum Bahari, dan juga pelabuhan Sunda Kelapa. Kunjungan-kunjungan ini bikin ketagihan juga ternyata. Museum apa lagi ya yang belum dikunjungi?

Oh, gue mau pamer juga. Pertama kalinya gue punya kamera yang ‘serius’ (baca: harganya mahal) hahaha. Gue beli Go Pro soalnya lagi hits. Gak perlu-perlu banget sih sebenarnya tapi ternyata hasilnya ok banget. Terutama hasil foto & video bawah airnya. Next: drone :p

 

Tahun ini juga pertama kalinya gue dapat kesempatan nonton live orchestra. Semacam konser musik klasik. Tempatnya di gedung Usmar Ismail. Feeling gue sih mengatakan bahwa ini bukan konser musik klasik yang sebenar-benarnya. Karena gak ada dresscode, penonton masih ada yang seliweran pas musik dimainkan, ada yang sambil makan, dll. Tapi pengalaman tersebut menyenangkan kok walaupun gue tidur di separuh konser :))))


This year I got one of the best birthday gift ever in my whole life. Joobu. He’s a black toy poodle. Karena kasian kalo sendirian, akhirnya dikasi temen. Namanya Naara. She’s an apricot toy poodle. Both are my kesayangan now. Bandel tapi lucu tapi ngeselin tapi menghibur tapi ngabisin duit tapi tetep sayang. Love them. Next: punya rumah dengan halaman luas biar mereka bebas lari-larian. Amin.

 

Trus tahun ini gue untuk pertama kali mendapatkan kesempatan bagus untuk berbagi dengan adik-adik SMK. Sebagai bagian dari program CSR, gue diajak untuk berbicara di depan siswa-siswi SMK1 Bekasi. Yang diomongin ya seputar gambaran umum industri otomotif, persiapan mereka menghadapi MEA, dan topik-topik motivational dalam dunia pendidikan dan kerja (ciyeee). Berbicara di depan umum itu satu hal namun berbicara di depan anak SMK itu hal yang sangat berbeda. Sesi tanya jawab menjadi sesi yang sangat menantang. Pertanyaan tak tarduga bisa tiba-tiba muncul. Belum lagi di hari berikutnya ada beberapa email pertanyaan yang masuk ke inbox 🙂

Interesting experience!

 
Selain first time in a good thing, ada juga first time in a bad thing. Tahun ini gue pertama kalinya melakukan endoskopi karena ada radang di lambung. Walaupun ini yang pertama kali, tapi penyebabnya sudah berjalan sejak bertahun-tahun lamanya. Yep, a very bad lifestyle. Makan dan minum yang gak bener dan gak teratur. But there’s always a bright side in a tragedy. Berat bisa turun 8 kg, lingkar perut berkurang 14 cm, ukuran celana berkurang 2 ukuran, dan badan jadi lebih enteng rasanya. Abis recovery mudah-mudahan bisa tetap bertahan menjalankan gaya hidup yang sehat.

Harus ngomongin soal makanan dong ya. Tahun ini ada beberapa makanan yang baru pertama kali gue temui (dan gue makan, tentunya). Yang pertama adalah ragey. Semacam sate babi yang populer di Manado. Rasanya enak banget. Lalu ada ayam obat. Ini adalah salah satu Chinese Food yang intinya adalah ayam yang dimasak dalam rempah-rempah, rasanya mirip jamu, dan konon berkhasiat untuk membantu proses penyembuhan sehabis sakit. Lalu yang terakhir adalah bubur. Iya, bubur ayam. Sejak bayi, seingat gue gak pernah lagi makan bubur. Bukan apa-apa, teksturnya yang terlihat ngga menarik membuat gue ngga tertarik untuk mencobanya. Tapi karena kemarin sakit, terpaksa harus makan. Not bad, tapi kalo ngga terpaksa sih tetep ngga mau makan bubur hehehe.

Terakhir, mau pamer lagi. Tahun ini untuk pertama kalinya blog ini dibaca hingga lebih dari 20 ribu kali. Buat blog kacangan seperti ini, angka itu sangat luar biasa. Mudah-mudahan tahun depan yang baca lebih banyak lagi, trus bisa pasang iklan, trus dapat duit, trus kaya raya, trus jalan-jalan deh ke New York :p

2 comments

  1. ((( Bandel tapi lucu tapi ngeselin tapi menghibur tapi ngabisin duit tapi tetep sayang. ))) >>> betul pisaaannn iniii teh, anak anak kaki empatku juga dulu gini. Bandel, sepatu digigitin, semua digigitin, aku kesal tapi tetap sayaaangg 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s