From Manado With Love


Minggu lalu gue ada acara outing kantor ke Manado. Ada beberapa hal menarik yang gue temukan di sana. Untuk menyederhanakannya, gue tetap pakai istilah Manado walaupun spot-nya termasuk pulau Bunaken dan kota Tomohon.

1. Bunaken

I have put this on the top of the list. Pernah melihat aquarium air laut yang penuh dengan terumbu karang dan ikan berwarna warni? Kalikan keindahannya sepuluh level dan bayangkan lo ada di dalamnya. It’s like you’re dead and going straight to the heaven. It’s sooo beautiful. Katanya 5-10 tahun lalu jauh lebih indah but still, I felt like I didn’t want to be back home. I was managed to see clown fish (my favorite one), sea turtle, starfish, fugu, and many more species in the sea.

 

2. Pasar Extreme

Setelah beberapa kali menyaksikan tayangan televisi dan membaca banyak artikel tentang pasar di Tomohon ini, akhirnya gue memberanikan diri mengunjunginya. The joke said orang Manado makan semua yang bernafas kecuali manusia dan ikan lele. It’s kinda true. Di pasar ini kita bisa menyaksikan binatang apa saja dijual bebas untuk bahan makanan. Itu extreme pertama. Extreme selanjutnya adalah, hampir semuanya dijual dalam bentuk utuh. Babi, anjing, kucing, tikus hutan, musang, ular, kelelawar, bahkan monyet! Dipotong berdasarkan porsi permintaan pembeli. It’s like a terror for my brain. Interesting, but for sure, that was the first time and the last time I visited this place 🙂

 

3. Kuliner

Seafood, khususnya ikan, adalah makanan yang terkenal di Manado. Selain seafood? Pork of course. Sekarang gue punya makanan favorite baru. Namanya ragey. Bentuknya seperti sate babi yang potongan dagingnya besar tapi tipis, direndam dalam bumbu khusus selama beberapa waktu, lalu dibakar di atas arang dari batok kelapa. I just couldn’t stop eating. Dan harus segera cek kolesterol saat kembali ke Jakarta :))

 

4. Sambal

Okay, gue pernah dibawain dan nyobain sambal roa. But I didn’t know that in Manado, you eat everything with sambal roa. It’s new for me to eat pisang goreng with sambal roa. But it’s surprisingly good! Sambal lainnya yang bikin ketagihan adalah sambal dabu-dabu. Entah kenapa rasanya lebih enak pas makan langsung di sana. Mungkin karena yang bikin noni Manado hahaha.

5. Hospitality

Do you know that Manadonese are really nice? Mirip orang Batak dikit sih. Suaranya keras tapi sangat ramah. Driver, penjual makanan, waiter, pramuniaga, diving guide, sampai orang-orang yang gue temui di jalan. Genuinely friendly.

6. Angkot Hore

Angkot hore? Iya, it’s my term for angkot in Manado. Angkot dengan sound system lengkap, disetel dengan volume maksimal, dan kadang dilengkapi dengan LCD TV. Jenis lagunya beragam. Ada yang top forty (John Legend, Ariana Grande, Beyonce), eighties (Ratih Purwasih, Betharia Sonata, Pance Pondaag), lagu rohani, dangdut Manado (?), dan yang paling banyak, house music. Pokoknya meriah :))

7. Wooden House

Mungkin ada juga di tempat lain, tapi ini pertama kalinya gue menemukan knocked down wooden house yang dijual di sepanjang jalan. Display rumah panggung yang terbuat seluruhnya dari kayu dipasang di kiri kanan jalan. Ukurannya bermacam-macam, yang gue masuki berukuran sekitar 100m2, lengkap dengan kamar, lantai, langit-langit, pintu, yang semuanya terbuat dari kayu. Kalau mau membeli, harganya berkisar 200-400 juta, dan bisa dikirim ke alamat yang kita mau. Di Manado sendiri biasanya pemasangan dikombinasikan dengan tembok bata. Jadi di bagian bawah rumah panggung kayu tersebut dipasang dinding bata, sehingga terlihat seperti rumah dua lantai. It’s interesting, but I’m not sure I will buy or not. Selain gak ramah lingkungan (kan pakai kayu banyak banget), gue agak khawatir dengan rayap.

 

8. Bukit Doa

You know what? If one day I decide to get married, I want to do that in this beautiful place. Tempat ini sebenarnya adalah lokasi wisata religi yang terletak di Tomohon, sekitar 45-60 menit berkendara dari kota Manado. Di situ ada site untuk ritual jalan salib, ada chapel yang unik dan indah, ada amphitheater, dll. Apa yang menarik di tempat ini? Beautiful scenery, breathtaking view, fresh air, and very nice landscape. Gue betah berlama-lama di sini.

 
  
Oya jangan lupa juga mampir ke Bukit Mahawu & Danau Linau di Tomohon ya..

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s