Supaya Nggak Gila


Kantor saya sudah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah sejak pertengahan Maret 2020. Hingga hari ini secara total saya sudah 254 hari melakukannya. Bosan? Jangan ditanya lagi. Apakah saya masih bisa bertahan? Oh tentu saja, dan sampai sekarang saya masih berusaha melakukan semua cara untuk bertahan, terutama mempertahankan kesehatan saya, terlebih kesehatan mental.

Apakah selama 254 hari ini saya selalu di rumah saja? Oh tentu tidak. Karena nggak bisa (nggak mau) keluar rumah, maka saya harus masak sendiri, untuk itu saya masih terpaksa belanja ke supermarket 2-3 minggu sekali. Itu pun maksimal 30 menit. Nggak bisa ‘jalan-jalan’ liat barang dan ngecek harga seperti dulu. Semua sudah dicatat, jadi langsung datang ke raknya, ambil, bayar, pulang. Kalo malas masak, ya beli makanan lewat ojek online. Kalo dulu paling nggak saya pulang ke rumah orang tua seminggu sekali, selama masa pandemik ini saya paling baru 3-4x pulang. Itu pun saya rencanakan, sehingga jauh-jauh hari sebelum pulang saya sudah nggak keluar rumah dulu, jadi nggak ada ceritanya pulang dadakan. Ke kantor nggak? Selama pandemik baru 2x saya ‘terpaksa’ ke kantor. Yang pertama karena harus memindahkan dokumen karena ruangan akan direnovasi, lalu yang kedua karena harus ambil laptop pengganti. Keduanya cuma sebentar dan memang di kantor sebesar itu saat itu cuma ada sekitar 5-6 orang saja. Tentu selama saya keluar rumah masker selalu terpasang dan menggunakan hand sanitizer setiap habis menyentuh sesuatu.

1-2 bulan terakhir saya mulai concern dengan kesehatan mental saya. Emosi jadi semakin nggak stabil, tidur jadi sering nggak nyenyak, kerja jadi sering nggak konsentrasi, dan banyak symptom lain. Mungkin sudah waktunya saya memikirkan kesehatan mental saya. Memang saya cenderung introvert, tapi bukan berarti pribadi yang introvert akan bahagia dan baik-baik saja jika setiap hari melalui rute tempat tidur-toilet-dapur selama berbulan-bulan. Banyak yang sudah saya coba lakukan sejak awal pandemi untuk ‘menyelamatkan’ mental saya. Dari mulai masak sendiri, mencoba belajar hidroponik sederhana, menanam berbagai tanaman dari sayuran sampai bunga matahari, nonton drama Korea di Netflix (sampai sekarang sudah hampir 20 judul hahaha), dan terakhir saya mulai belajar piano. Namun tetap saja tidak ada perbaikan yang berarti. Rasanya makin hari makin jenuh.

Oleh sebab itu saya sedikit melonggarkan aturan saya sendiri dan mulai keluar rumah. Diawali dengan sesekali nyetir keluar dan beli makan untuk dibawa pulang, kalau sepi ya sekalian dine-in, 1-2x saya juga jalan ke mal saat jam sepi dan makan di sana, dan mulai ngegym lagi. Khusus untuk yang terakhir ada sebab lain, yaitu hasil MCU yang nggak terlalu bagus.

Yang paling beresiko tentu yang terakhir. Ngegym di pusat kebugaran, menggunakan alat secara bergantian, bertemu banyak orang, menurut saya sendiri pun memang cukup berbahaya. Untuk meminimalkan resiko, saya datang ke tempat gym tiap pagi jam 6-7 pagi, kadang sampai 7:30 jika masih sepi. Di jam tersebut gym masih sepi, paling cuma 3-5 pengunjung yang datang. Setelah jam 7 pagi mulai ramai karena ada yang ikut kelas, namun tempatnya terpisah. Selama di gym saya tetap menggunakan masker (kecuali saat minum), membersihkan alat dengan desinfektan sebelum dan sesudah menggunakannya, dan menghindari berdekatan dengan pengunjung lain. Karena gym buka jam 8 pagi pada saat akhir pekan (dan tentu saja sudah ramai), maka saya menghindari gym pada hari tersebut.

Tentu apapun aktifitas yang saya lakukan pasti ada resikonya. Yang bisa saya lakukan hanya meminimalkan resiko tersebut. Dan saat ini kesehatan mental saya jadi prioritas yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Intinya, supaya nggak gila. Kalo kamu gimana?

Disclaimer: saya nggak menganjurkan untuk melakukan cara di atas tanpa diikuti dengan tanggung jawab penuh. Makanya saya berusaha nggak posting kegiatan saya ketika dine-in atau ngegym di social media. Takut ada yang ikut-ikutan aktifitas tersebut tanpa mengikuti pola protokolnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s