It’s-Oh-So-Beautiful Miyajima


Biasanya mengunjungi Miyajima jadi satu paket dengan Hiroshima, karena lokasinya berdekatan. Gue bahkan menginap di Hiroshima dan melakukan kunjungan satu hari ke Miyajima. Alasan utamanya karena gue dapat harga penginapan lebih murah di Hiroshima hahaha. Anyway kalo punya budget lebih sih mendingan nginep di Miyajima. A really nice ryokan in Miyajima will cost you around 40K-60K JPY per night :))

Caranya gampang banget dari Hiroshima ke Miyajima. Di Hiroshima station cari JR Sanyo line ke Iwakuni. Harga tiketnya 410 JPY, but again, gratis kalo pake JR Pass. Kereta ini available tiap 15 menit. Lama perjalanan kira-kira 20 menit sampai tiba di Miyajimaguchi Station. Dari stasiun jalan kaki sedikit ke arah pelabuhan penyeberangan. Di sini ada 2 jenis ferry. JR Ferry dan non-JR Ferry. Harga tiketnya sama, 180 JPY, tapi kalo naik JR Ferry gratis pake JR Pass hehehe. Lama perjalanan kira-kira 10 menit.

Sebelum ferry merapat di Miyajima Island kita bisa melihat O-Torii yang sangat terkenal. Torii ini sebenarnya merupakan pintu gerbang dari Itsukushima Shrine namun sekarang sudah dianggap sebagai pintu gerbang dari Miyajima Island.

Saat tiba di Miyajima, kesan pertama adalah ‘kok banyak amat ya rombongan anak sekolah’ hahaha. Iya emang banyak banget rombongan anak sekolah. Mungkin Miyajima merupakan salah satu tempat karya wisata karena memang banyak kuil tua dan warisan sejarah di pulau ini.

Yang juga menjadi salah satu ciri khas Miyajima adalah banyaknya rusa liar yang berkeliaran di seluruh pulau. Rusa-rusa ini sangat jinak. Sebenarnya ada aturan tertulis agar pengunjung tidak menyentuh dan memberi makan rusa liar tersebut. Namun karena jinaknya, justru rusa-rusa itu yang menghampiri para pengunjung sehingga banyak pengunjung yang berfoto bersama mereka.

Ada beberapa hal yang wajib dilakukan di Miyajima.

1. Mengunjungi kuil

Salah satunya adalah Itsukushima Shrine yang dikenal juga dengan sebutan Floating Shrine. Pada saat air pasang, kaki-kaki kuil ini terendam seluruhnya oleh air laut, sehingga seolah-olah kuil mengapung di atas permukaan air. Namun saat air surut terlihat seperti kuil biasa yang penuh dengan pilar-pilar berwarna oranye yang indah. Oya, pada saat air laut surut, pengunjung bahkan bisa berjalan ke tengah dan menyentuh O-torii dan berfoto di situ.

Itshukushima Shrine

Kuil-kuil lain yang bisa dikunjungi adalah Daisho In Temple dan Five Story Pagoda. Ada juga beberapa kuil lain yang tersebar di seluruh pulau.

Five Story Pagoda

2. Mengunjungi Miyajima Aquarium

Walaupun sama-sama aquarium, namun aquarium di Miyajima ini rasanya berbeda dengan sea world di Jakarta. Aquarium di sini tidak kecil namun juga tidak terlalu besar. Menikmati koleksi ikan di aquarium ini sangat menyenangkan. Favorit gue adalah anjing laut dan pinguin. Ada juga show yang menampilkan keterampilan anjing laut yang cerdas dan lucu.

Antrian anak sekolah masuk ke Miyajima Aquarium

3. Makan Oyster

Oyster (tiram) adalah komoditas yang cukup terkenal di Miyajima. Kelak dari atas gunung bisa terlihat banyak area pengembangbiakan oyster di pantai-pantai sekitar Miyajima. Berbagai macam hidangan oyster bisa dicoba di sini. Gue mencoba oyster panggang dengan ‘home made’ lemonade yang rasanya segar dan enak sekali saat gue baru tiba di pulau. Lalu pas makan siang gue nyobain donburi (rice bowl) dengan oyster goreng. Enak banget :))

4. Naik cable car

Miyajima dikelilingi pengunungan. Salah satu yang tertinggi namanya Gunung Misen. Untuk menuju ke puncak gunung ini ada dua cara. Salah satunya adalah naik cable car. Biayanya 1800 JPY PP. Tapi butuh perjuangan dikit. Jadi dari bawah (daerah Itsukushima Shrine) harus hiking dulu sedikit (+/- 15 menit) sampai ke Momijidani park, di mana terdapat cable car station. Dari sini naik cable car kecil sampai midway station, Kayatani Station, lalu lanjut lagi naik cable car besar sampai ke station terakhir, Shoshiiwa station. Total perjalanan naik cable car kira-kira 30 menit. Udah sampai? Hohoho blom. Kalau mau ke puncak Gunung Misen, harus hiking lagi kira-kira 30 menit. Hiking yang bikin napas hampir putus 😂😂😂.

But it’s all worth it. Pemandangan dari puncak gunung sungguh luar biasa indahnya. Kita bisa melihat kota Hiroshima di kejauhan dan juga Hiroshima Bay. Puas menikmati pemandangan dan beristirahat, silakan berjuang lagi untuk turun ke Shishikawa Station hahaha.

5. Hiking

Seperti yang gue bilang di atas, ada dua cara naik ke atas gunung. Cara lain selain naik cable car adalah……hiking. Jadi jalan kaki dari bawah sampai ke puncak. Konon butuh waktu 2,5-3 jam untuk sampai di puncak. Karena bisa sekalian menikmati pemandangan dan udara segar, maka cara ini sangat menyenangkan……..bagi orang lain. Gue sih kagak hahaha. Udah naik cable car aja napas masih hampir putus dan dengkul rasanya mau copot 😂😂😂.

Tapi percayalah, pengalaman di Miyajima sangat tak terlupakan. Coba aja sendiri:)

5 comments

  1. Ngeliat Torii-nya jadi inget pernah ikutan kuis tebakan gambar di majalahnya Air Asia. Ada beberapa clue dan tadaa emang jawabannya Miyajima ini. Cakep banget! dan kalo senja kayaknya kece siluetnya.

    JR Pass itu emang sakti ya bang. Harganya emang mahal, tapi bisa dipake naik ferry segala *baru tahu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s