Mengenang Peristiwa Bom Atom di Hiroshima


Tanggal 6 Agustus 1945, sekitar jam 8 pagi, terjadi sebuah peristiwa yang mengubah jalan hidup jutaan orang di dunia. Saat itu bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki. Sekitar 140 ribu orang dilaporkan meninggal dunia di Hiroshima dan 70 ribu orang di Nagasaki. Peristiwa pembunuhan massal ini membuat Jepang akhirnya menyerah tanpa syarat kepada pasukan sekutu dan mengakhiri ekspansinya di seluruh dunia. Peristiwa ini jugalah yang menjadi salah satu titik awal kemerdekaan Indonesia.

Kemarin gue mengunjungi monumen bom atom yang disebut The A-Bomb Dome. Bangunan yang sekarang berupa reruntuhan ini dulu merupakan Hiroshima Prefectural Industrial Promotion Hall dan saat ini dijadikan monumen untuk mengenang ratusan ribu korban bom Atom di Hiroshima tahun 1945.

The A-Bomb Dome ini terletak di pinggir sungai dan di seberang sungai dibangun sebuah taman yang dinamakan The Peace Memorial Park. Taman seluas 12 hektar ini juga didedikasikan bagi para korban bom atom.

Di kawasan ini juga dibangun Flame of Peace dan City of Peace Monument, yang semuanya dibangun untuk mengenang para korban bom atom. Yang menarik, jika kita berdiri di depan City of Peace Monument, maka kita bisa melihat monumen, Flame of Peace, dan The A-Bomb Dome dalam satu garis lurus.

Tiap hari kawasan ini ramai dikunjungi oleh wisatawan. Bukan hanya wisatawan, banyak anak sekolah dari TK hingga SMA secara rombongan mengunjungi kawasan ini. Mereka dikenalkan dengan sejarah kelam yang pernah terjadi di kotanya. Mereka bahkan melakukan upacara sederhana dengan mengheningkan cipta dan berdoa bersama di depan monumen. Menurut gue ini bagus dan penting agar sejarah pilu tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari.

Kunjungan gue di kawasan ini ditutup dengan masuk ke Hiroshima Peace Memorial Museum. Tiket masuknya 200 JPY untuk umum, 100 JPY untuk manula, 100 JPY untuk siswa SMA, dan gratis untuk siswa SMP ke bawah. Jam bukanya 8.30-18.00 dan 8.30-17.00 di musim dingin (Des-Feb).

Suasana suram dan mencekam langsung terasa saat kita memasuki museum. Di bagian awal diperlihatkan bagaimana suasana kota Hiroshima sebelum dan sesudah bom atom dijatuhkan. Di sini juga ada bird view visualization yang menggambarkan kondisi kota Hiroshima pada saat bom dijatuhkan. Penggambaran tersebut sangat menyeramkan. Kota yang tadinya tenang dan indah mendadak hancur dan terbakar habis bersama dengan ratusan ribu penduduknya.

placeholder://

Di bagian lain dijelaskan juga mengenai sejarah bom atom dan sejarah perang dunia kedua yang menyebabkan senjata pembunuh massal tersebut akhirnya dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki. Di sini juga disertakan penjelasan mengenai kondisi mereka yang terkena bom atom baik langsung maupun tidak langsung. Sebagian memang langsung meninggal di tempat, namun sebagian lain meninggal hingga beberapa bulan kemudian karena pengaruh radiasi bom atom tersebut. Dilaporkan juga bahwa kasus kanker (terutama leukimia) meningkat drastis selama beberapa tahun kemudian dan ini diduga kuat juga berhubungan dengan sisa radiasi. Diceritakan juga pengaruh radiasi terhadap janin yang masih di dalam kandungan pada saat bom atom dijatuhkan, di mana dilaporkan banyak sekali kasus cacat fisik dan mental pada bayi yang dilahirkan setelah peristiwa bom atom. Dan sebagian besar orang masih kuatir terhadap kesehatannya bahkan hingga puluhan tahun kemudian.

Bagian yang paling memilukan adalah pemutaran video berisi kisah-kisah dari mereka yang beruntung bisa selamat dari peristiwa bom atom tersebut, namun kehilangan hampir sebagian besar keluarganya. Ada juga kisah mereka yang masih berada di dalam kandungan pada saat peristiwa tersebut. Seluruh kisah yang ditayangkan di video ini sangat menyedihkan sekaligus menyeramkan. Seharusnya ini bisa membuat kita sekarang berpikir jutaan kali sebelum mengembangkan teknologi nuklir sebagai senjata perang.

Di bagian terakhir diceritakan mengenai proses rekonstruksi kota Hiroshima dan recovery yang dilakukan pemerintah hingga menjadi kota Hiroshima yang sekarang.

Secara umum kunjungan ini meninggalkan kesan yang sangat dalam buat gue namun rasanya tetap merinding kalau mengingat semua yang gue saksikan di dalam museum.

Sama merindingnya seperti saat gue (entah kenapa) nekat mampir lagi ke The A-Bomb Dome malamnya pas nyari makan malam di Hondori. Suasana monumen yang gelap dan sepi rasanya lebih serem dibanding film horor manapun yang pernah gue tonton. Walaupun kawasan ini luar biasa sepi di malam hari, rasanya gue seperti gak sendirian dan terasa seperti banyak yang hadir dan menemani gue. Anehnya lagi walaupun termasuk orang yang penakut, gue gak terlalu merasa takut di situ. Normalnya gue bakalan lari terbirit-birit tapi ini gue malah duduk di depan monumen kurang lebih 15 menitan. Ketakutan yang gue rasakan bukan ketakutan karena hantu tapi lebih kepada kengerian dan kesedihan membayangkan peristiwa 72 tahun lalu itu. Dan pada saat gue meninggalkan tempat itu, rasanya seperti ada beban yang lepas, seperti gue baru ‘diijinkan’ pergi.

Gak percaya? Silakan datang ke Hiroshima dan rasakan sendiri pengalaman ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s