Tokyo in 3 Days


Tokyo, salah satu kota tersibuk dan biaya hidupnya termahal di dunia, rasanya gak pernah membosankan untuk dikunjungi. Istilahnya palugada, apa lu mau gue ada. Nah!!

Tokyo adalah kota tua yang berusia lebih dari 1000 tahun. Menjadi ibukota Jepang hampir 150 tahun yang lalu, saat ini Tokyo dihuni oleh lebih dari 37 juta orang. Yang paling dikenal dari Tokyo adalah sistem transportasinya yang sangat baik dan bisa mengurangi ketergantungan penduduk terhadap kendaraan pribadi. Kereta api adalah moda tranportasi paling pouler di Jepang. Beberapa jalur yang ramai di Tokyo adalah Tokyo Metro Line, Yamanote Line, Toei Line (subway). Bagi sebagian orang jalur kereta api di Tokyo bisa sangat membingungkan, tapi sebenarnya gak terlalu susah kok kalo udah dijalani.

Di kunjungan kali ini gue memilih tinggal di daerah Ikebukuro yang gak terlalu ramai tapi juga gak terlalu sepi. Hotel gue terletak sekitar 10 menit berjalan kaki dari stasiun Ikebukuro. Tips, sebaiknya cari hotel di sekitar stasiun supaya gak terlalu ribet kalo mau ke mana-mana.

Kebetulan gue pake JR Pass, jadi gratis hampir ke semua tujuan di area Tokyo. Tapi kalo kelupaan beli JR Pass, ya beli aja tiket per trip. Gak terlau mahal kok. Atau ada rencana mau keliling kota Tokyo, mending beli JR daily pass yang harganya 750 Yen atau sekitar 90 ribu rupiah untuk naik kereta sepuasnya seharian. Oya, kalo cuma mau keliling di dalam kota, yang gampang sih pake Yamanote line, yang jalur warna hijau muda. Tinggal googling aja mau ke mana, trus cari stasiun terdekat, turun di situ, baru jalan dikit ke tempat tujuan. Sekarang ayo kita jalan-jalan.

Hari 1

Tujuan pertama di hari pertama ini tentu Shibuya yang terkenal banget dengan Shibuya Crossing. Bahkan sebelum dipake jadi lokasi syuting Fast & Furious-Tokyo Drift, lokasi ini sudah jadi spot foto utama untuk turis. Oya, satu lagi spot foto terkenal di Shibuya, yaitu patung anjing Hachiko di luar stasiun Shibuya. Kisah legendarisnya mampu membuat turis berdatangan dan mengambil foto di sebelah patung. Shibuya juga merupakan salah satu pusat bisnis di Tokyo. Silakan belanja sepuas mungkin di sejumlah pertokoan yang ada di lokasi ini.


Berikutnya adalah Harajuku. Kalo mau naik kereta, karena cuma berjarak 1 stasiun, paling cuma 3 menit. Tapi kalo mau jalan juga gak terlalu jauh. Paling 30 menit. Kalo lagi autumn/winter enakan sih jalan. Tapi kalo bawa hasil belanjaan banyak dari Shibuya, mending naik kereta deh hahaha. Harajuku terkenal dengan Takeshita Street, satu jalan yang dipenuhi oleh toko-toko yang menjual barang-barang unik. Baju-baju, asesoris, sepatu, jaket dll. Yang harus dicoba saat udara dingin seperti ini adalah crepes dan es krim seperti kesukaan gue hahaha. Kalo mau beli oleh-oleh makanan khas Jepang, di sini juga banyak. Kalo udara lagi gak terlalu dingin, biasanya banyak pengunjung yang memakai baju unik. Seru banget.

 

Di waktu menjelang Natal seperti ini gue biasanya mampir ke Shinjuku liat illumination. Jadi pohon-pohon dikasi lampu-lampu yang nyala kalo malam. Keren banget. Di tempat lain sepert Shibuya & Ueno juga ada sih, tapi gue lebih suka di Shinjuku. Kalo mau yang lebih keren, coba pergi ke Kobe deh. Tapi harus nginep, soalnya jauh, kurang lebih 2,5 jam naik Shinkansen dari Tokyo. Lebih dekat dari Kyoto.

Hari 2

 

Salah satu kuil yang harus didatangi adalah Senso-Ji Temple di Asakusa. Kuil ini selalu ramai oleh pengunjung. Jangan lewatkan berfoto di pintu gerbang kuil, tepat di bawah lampion raksasa yang ikonik. The best part of this location is (again) tempat belanja yang tersebar di sekitar kuil. Ada souvenir, pakaian, dan tentu saja jajanan setempat yang semuanya enak hahahaha.

 

Ikon Tokyo dulu adalah Tokyo Tower, tapi sejak dibuka tahun 2012 Tokyo Sky Tree jadi jauh lebih populer. Dari Asakusa tinggal jalan dikit. Tapi kalo males jalan ya bisa pake kereta juga sih. Kalo gue lebih suka jalan kaki dan menikmati suasana kota Jepang. Ntar bisa lewat jembatan yang ada patung lambang Asahi Beer yang ikonik itu, poto deh di situ hahaha. Tower setinggi 634 meter ini saat ini digunakan sebagai stasiun pemancar radio dan televisi. Di bangunan ini juga terdapat pusat perbelanjaan dan indoor aquarium. Kalo mau naik ke atas tower dan melihat keindahan kota Tokyo dari observation deck di ketinggian 350 meter juga bisa, biayanya sekitar 2000 yen (+/- 240 ribu rupiah).

 

Tempat shopping favorit gue? Ameya Yokocho Night Market. Tempatnya di Ueno, deket banget dengan stasiun. Harganya relatif murah, jenisnya banyak, dan barangnya lucu-lucu hehehe. Oya, di dekat night market ini ada Ueno Park yang iluminasinya nyala dan bagus juga kalo malam.

 


Hari 3

 

Di hari terakhir ini, gue pergi ke Chiba yang kira-kira berjarak 1 jam naik kereta dari Tokyo. Buat gue yang sangat menyukai taman, yang paling menarik dari Chiba adalah Chiba Park. Di taman itu terdapat danau buatan, pohon-pohon ginko dan momiji, serta tempat bermain anak-anak. Hampir seluruh taman berwarna kuning kocoklatan di musim gugur ini. Udara sudah terasa dingin. Sesekali terlihat monorail yang jadi ciri khas Chiba. Sayangnya suhu udara sudah terlalu dingin, jadi gue buru-buru balik ke stasiun dan gak sempet ke pantai. Well, maybe next time.

Yang gak boleh dilewatkan juga adalah Akihabara. Pusat belanja barang-barang elektronik, gadget, dan kamera. Mau cari yang baru atau bekas semuanya ada. Khusus yang bekas, harganya cukup miring, tapi harus pinter-pinter milih ya. Gue betah banget keliling-keliling, liat-liat, banding-bandingin harga, dan akhirnya beli beberapa barang. Pada tau AKB48 yang jadi cikal bakalnya JKT48? Nah AKB itu konon singkatan dari Akihabara. Di sini memang ada teater untuk AKB48. Ada cafe-nya juga. Ngomong-ngomong soal cafe, ada cafe terkenal yang pertama kali buka di Akihabara, namanya Maid Cafe. Waitress-nya dandan pake seragam pembantu dan bersikap seperti pembantu yang melayani majikannya. Konon di Jepang bayar pembantu itu mahal banget, jadi hampir gak ada rumah yang pake pembantu, makanya dilayani pembantu merupakan fantasi orang Jepang hahaha. Gue blom mampir soalnya konon mahal banget. Ntar ya kalo sempet mampir gue potoin hehehe.

 

Gue coba menggambarkan perjalanan gue di Tokyo di video pendek berikut ini. Video bisa juga ditonton di youtube. Enjoy 😊

 

 

6 comments

  1. Emang asik eksplorasi Tokyo. Wkt itu gw kesana 3 hari jg dan sama sekali belum puas. Org2nya super ramah. Bahkan setelah beli sepatu saja pelayan tokonya mengantarkan kita keluar lalu membungkuk mengucapakan terima kasih. Unik sekali 👍

    Like

  2. btw kemarin2 lagi demen nonton film dokumenter tentang tingkat stress para sallary man di tokyo/jepang yang bahkan bisa menyebabkan seseorang bunuh diri, belum lagi fenomena orang2 yang homeless atau tidak mampu bayar sewa apartment dan terpaksa hidup di warnet yang sempit. ada juga yang saking stressnya tekanan hidup di kota besar tokyo sampai ingin memilih mati saja karena dirasa lebih damai. tokyo mungkin sama seperti kota besar lainnya yang biaya hidupnya lumayan mahal atau malah mahal. oh ya, apakah saat memotret orang-orang yang tidak dikenal seperti di tulisan tadi ada yang proteskah atau tidak mau difoto walaupun candid?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s