Menyusuri Kota Tua Kanazawa


Seperti sudah gue ceritakan di sini, sebenarnya gue sudah mencoba untuk pergi ke Shirakawa-Go dari Osaka. Tapi karena belum reserve, maka gue dan teman-teman kehabisan tiket Nohi bus dari Kanazawa. Akhirnya kami memutuskan untuk menikmati Kanazawa saja. Untunglah wifi gak pernah putus di Jepang. Bahkan di Kanazawa tersedia sambungan wifi gratis hampir di setiap sudut kota. Jadi kita bisa mencari keterangan tentang obyek mana saja yang akan kita kunjungi di Kanazawa.

Saat pertama tiba di Kanazawa, hal pertama yang terlintas di kepala gue adalah Higashi-Chaya, sebuah kawasan kota tua di Kanazawa yang tua dan unik. Setelah bertanya ke bagian informasi, kami naik bis (Kanazawa Loop Bus) dengan tiket one day pass seharga 500 yen.

Perhentian pertama adalah di Kazue-machi Chaya District. Sebuah distrik tua di pinggir sungai Asano yang membelah Kanazawa. Kawasan ini pagi itu masih terlihat sangat sepi. Suhu udara cukup dingin. Kami berkeliling masuk ke gang-gang di distrik tersebut. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon sakura yang daun-daunnya sudah habis berguguran. Gue membayangkan alangkah indahnya tempat ini bila saat musim semi tiba. Sakura akan berbunga dan memenuhi pinggiran sungai.

Setelah itu kami berjalan lagi menuju ke Higashi-Chaya District yang letaknya tidak terlalu jauh dan berada di sisi lain dari sungai Asano. Kira-kira 15 menit berjalan kaki dengan santai. Saat memasuki kawasan tua ini, lagi-lagi gue menemukan penjual matcha ice cream. Beli? Iya dong. Lama-lama gue jadi kecanduan es krim di Jepang sini nih bisa-bisa hahaha.

Chaya adalah sebuah bangunan di mana pengunjung bisa menikmati hiburan berupa pertunjukan tradisional Jepang, seperti tari-tarian Jepang dan pertunjukan musik khas Jepang. Bangunan-bangunan Chaya ini jaman dahulu banyak terdapat di Kanazawa, namun sekitar 200 tahun yang lalu bangunan-bangunan ini dikumpulkan ke dalam 4 distrik, dan Higashi-Chaya District adalah yang terbesar. Di distrik ini ada dua Chaya yang dibuka untuk umum, Shima Teahouse dan Kaikaro Teahouse. Sementara bangunan-bangunan lain di sepanjang jalan utama sekarang sudah menjadi tempat makan dan toko-toko. Distrik Higashi Chaya dan daerah di sepanjang sungai Asano ini adalah tempat di mana kita bisa berjalan-jalan sambil menikmati sejarah dan budaya Jepang.

Setelah puas di kawasan Higashi-chaya district, kami meneruskan perjalanan ke Kenrokuen Garden, sebuah taman di tengah kota Kanazawa. Karena tidak terlalu jauh dan sekalian ingin menikmati kota, kami memutuskan untuk berjalan kaki saja. Tepat di depan taman terlihat sebuah bangunan seperti istana berwarna putih. Karena tertarik gue masuk ke dalam. Ternyata bangunan tersebut adalah Kanazawa Castle.

Kanazawa Castle telah berusia lebih dari 400 tahun. Awalnya castle seluas hampir 12 hektar ini ditempati oleh klan Maeda. Karena peperangan dan bencana alam, castle ini telah terbakar, hancur, dan dibangun berkali-kali. Yang terakhir adalah kebakaran sekitar 135 tahun yang lalu, dan menyisakan hanya 2 bangunan dan salah satunya adalah gerbang Ishikawa-mon Gate yang berhadapan langsung dengan Kenrokuen Garden. Selama puluhan tahun, castle ini ditempati oleh Universitas Kanazawa. Namun, sejak universitas dipindahkan tahun 1990 an, pemerintah memulai proyek pembangunan kembali Kanazawa Castle. Walaupun terdapat taman yang cukup luas di dalam castle, namun kami memilih untuk pindah langsung ke Kenrokuen Garden di seberang castle.

Di Jepang memang banyak terdapat taman yang indah. Kenrokuen Garden di Kanazawa adalah salah satunya. Taman seluas lebih dari 11 hektar ini dipenuhi oleh pohon-pohon rindang, danau yang bersih dan tenang, air mancur buatan, bangunan-bangunan tradisional Jepang, jembatan-jembatan hias, dan bangku-bangku untuk bersantai. Harga tiket masuknya hanya 300 yen. Di akhir musim gugur seperti ini, taman terlihat agak sepi pengunjung karena hembusan angin sudah terasa sangat dingin. Yang khas dari taman ini adalah adanya pohon-pohon pinus besar yang diberi perlindungan tradisional khas Kanazawa untuk mencegah kerusakan akibat salju yang turun di musim dingin. Yang paling terkenal di taman ini adalah Karasaki Pine, salah satu pohon yang terlihat menonjol taman ini. Pohon-pohon ini sekarang berdiri di sebelah kolam Kasumigaike dan beberapa cabangnya membentang jauh di atas permukaan kolam. Jadi di tengah pohon dipasang tiang tinggi dari kayu, lalu dari titik paling atas tiang dipasang tali yang diikat ke ujung-ujung cabang pohon pinus. Bentuknya jadi seperti kerucut dan terlihat menyerupai pohon Natal. Konon tali-tali ini akan menahan cabang-cabang agar tidak roboh saat menahan beban salju.


Tanpa terasa hari sudah menjelang sore dan kami harus segera kembali ke Kanazawa Station karena harus mengejar Shinkansen kembali ke Osaka. Walaupun tidak bisa ke Shirakawa-go hari itu, namun gue puas karena bisa menikmati kota tua Kanazawa yang indah dan menenangkan.

Gue coba bikin video singkat tentang perjalanan gue ke Kanazawa. Tonton di sini trus komen ya…

Kenrokuen Garden
1 Kenrokumachi, Kanazawa, Ishikawa Prefecture 920-0936, Jepang

Kanazawa Castle
1 Marunouchi, Kanazawa, Ishikawa Prefecture 920-0937, Jepang

Higashi-chaya District
1 Chome Higashiyama, Kanazawa, Ishikawa Prefecture 920-0831, Jepang

8 comments

  1. Seadainya kota tua dijakarta dan tempat-tempat lain di Indonesia terawat dan terpelihara serta lengkap dgn fasilitas yg mumpuni, pasti akan kece sekali

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s