Naik-Naik ke Puncak Gunung


Setelah hampir 20 tahun, gue akhirnya naik gunung lagi. Sudah gak semuda dulu, gak sekuat dulu, jadi naik gunungnya juga gak seberat dulu. Dan ini naik gunungnya di……Bali! šŸ˜Š Kebetulan sih gue dapat hadiah jalan-jalan gratis ke Bali setelah menang kompetisi Traveler Of The Year tahun ini. I’ll tell you the story about this competition later ya.


Dulu-dulu kalo ke Bali tujuan gue cuma mau istirahat, jadi biasanya gue cuma leyeh-leyeh di hotel, males-malesan di pantai, ngopi, makan, dan hal-hal ringan lain. Kali ini gue diajak oleh Majalah Panorama untuk fun hiking sambil berburu sunrise di gunung Batur. Walaupun judulnya fun hiking, but it’s very exciting for me! šŸ˜Š

Malam sebelumnya rombongan menginap di Toya Devasya, sebuah hotel bergaya resort yang berada di tepi danau Batur di kawasan Kintamani, Bali Utara. Tempat ini bisa ditempuh sekitar 2 jam dari kota Denpasar. Danau Batur berada di lereng gunung Batur, sehingga udara terasa cukup dingin di malam hari.

Paginya kami dibangunkan jam 3.30 dini hari untuk memulai perjalanan ke gunung Batur. Awalnya gue mengira akan melakukan hiking dari lereng bagian bawah. Namun ternyata mobil bisa dibawa sampai ke titik awal pendakian di atas gunung. Kebetulan rombongan menggunakan Nissan Navara yang memiliki fitur 4WD sehingga medan yang curam dan licin bisa diatasi dengan cukup mudah.


Dari hotel ke titik awal pendakian tersebut ditempuh kurang dari 30 menit, sehingga masih ada cukup waktu sambil nunggu waktu naik ke puncak untuk nonton matahari terbit. Sambil nunggu enaknya ngapain sodara-sodara? Yak benar, ngopi šŸ˜„

Dalam trip ini kami ditemani satu guide yang OK banget, namanya bli Wayan. OK karena dia bawa kopi, teh, air panas, cemilan, sekaligus meja-kursi lipat. Keren kan? šŸ˜

Di sini matahari terbit sekitar jam 6 pagi, jadi jam 5 rombongan mulai bergerak naik ke puncak gunung. Total bertujuh termasuk bli Wayan. Namanya juga fun, hikingnya ya nyantai banget. Ketawa-ketawa, hahahihi sama rombongan bule-bule yang ngelewatin kita, ledek-ledekan sama guide rombongan lain, daaaan tentunya foto-foto hahaha.

Capek? Ngga terlalu terasa sih, soalnya rombongannya asik, medannya seru, pemandangannya bagus, dan yang lewat keren-keren…………..egimana? šŸ˜‚šŸ˜‚

Jam 6 kurang rombongan sudah sampai di puncak. Apa yang terjadi sodara-sodara? Kabut tebal turun menyelimuti puncak gunung. Sunrisenya? Kaga dapet! Tiba-tiba terang aja gitu hahaha. Kecewa? Not really. Kondisi-kondisi seperti ini memang gak bisa diprediksi. Jadi ya nikmati aja. Oya, walaupun kabut tebal, tapi jarak pandang masih cukup jelas lho, jadi jangan coba-coba ambil kesempatan grepek-grepek ya. Ntar dicakar monyet wkwkwkwkwk.

Ngomong-ngomong soal monyet, di kawasan puncak gunung Batur ini memang banyak monyet. Monyet-monyet liar ini, walaupun gak buas tapi juga gak jinak. Mereka berkeliaran di sekitar pengunjung, dan mengambil apa yang bisa diambil. Jadi hati-hati ya dengan barang bawaan. Salah-salah bisa diambil monyet.

Ini adalah rombongan keren yang jadi favorite gue di atas gunung:


Rombongan berada di puncak sampai sekitar jam 9-10, sampai matahari mulai naik dan terik. Menjelang turun, kabut tiba-tiba terangkat dan menyajikan pemandangan luar biasa. Danau Batur terlihat jelas dari atas sini. Lalu dataran berwarna hitam bekas lava letusan gunung di tahun 1960-an di sebelah danau terlihat kontras dengan lingkungan sekitarnya yang hijau dengan pohon-pohon. Dataran ini dinamakan Black Lava.


Jalan turun buat gue lebih berat dari jalan naik. Maklum, lutut yang pernah cedera ribuan tahun lalu dipaksa untuk menahan berat badan (yang sekarang berat banget šŸ˜) saat perjalanan turun. Ya terpaksa jalan pelan-pelan aja. Tapi resikonya kulit gosong karena panas matahari sudah sangat menyengat. Foto-foto? Tetep sih hahaha.


Tujuan selanjutnya adalah…Black Lava. Berhubung lokasinya keren banget, walaupun panas menyengat rombongan tetap datang ke lokasi ini. Kan mau foto-foto hahahaha tetep yaaaa…

Asli di Black Lava ini panasnya luar biasa. Gue cuma turun sesekali aja buat ambil foto yang menurut gue keren. Selain itu ngumpet di dalam mobil ajalah. Takut item. Yakali šŸ˜œ



Menjelang tengah hari rombongan kembali ke hotel untuk check-out dan melanjutkan agenda perjalanan hari ini. Di hotel, tetep foto-foto lagi. Keren banget soalnya šŸ˜Š


Tujuan selanjutnya adalah ke kawasan agrowisata Bali Pulina di daerah Ubud. Ntar gue cerita di tulisan selanjutnya ya. See you…
PS: foto-foto bisa dilihat di Instagram: @BANGBERNARD

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s