Forty Trip Part 5: Day 4-SYDNEY


Sesuai perjanjian, gue bangun pagi-pagi banget dan jam 7 udah nyampe di pick up point. Mandi? Tentu tidak hahahaha. Gak terlalu lama, mobilnya datang dan kami berangkat ke pick up point berikutnya. Ternyata pick up point gue adalah yang pertama didatangi. Kira-kira ada 4 pick up point lain yang didatangi sebelum akhirnya berangkat hampir jam 8 pagi. Satu group tour ini berjumlah 22 orang yang berasal dari berbagai negara, ada yang dari Inggris, Amerika, Perancis dan negara-negara lain. Tour guide yang sangat ramah dan atraktif meminta kami memperkenalkan asal negara masing-masing di awal perjalanan.

Perjalanan cuma sebentar, sekitar 2 jam. Terasa sebentar mungkin karena gue tidur sepanjang jalan kali ya hahaha. Ya kan masih pagi banget :p
Gue terbangun pas mobil berhenti di obyek pertama, yaitu Featherdale Wildlife Park.


Tempat ini semacam kebun binatang tapi kita bisa interaksi dengan binatang-binatang yang ada di sana. Ada banyak binatang yang ada di tempat ini. Koala, kanguru, wombat, walabee, berbagai jenis burung dan berbagai jenis reptil. Terserah deh mau dibilang kampungan tapi gue tetep ikut antri foto bareng koala hahaha.



Yang gue suka dari ‘kebun binatang’ ini adalah kebersihannya. Hampir gak ada bau lho. Di sini kita juga bisa ngasi makan binatang-binatang seperti walabee dan kanguru, tapi makanannya harus beli di situ juga. And I just realized here that kangaroos are really really cute. Love them.

Setelah kurang lebih sejam, rombongan melanjutkan perjalanan lagi. Gue? Tidur lagi hahaha.

Gak terlalu lama rombongan tiba di perhentian berikutnya. Sebenarnya ini cuma buat numpang pipis sih, tapi tetep aja pemandangannya luar biasa. Pemandangan pegunungan Blue Mountain. Hawanya dingin-dingin seger ala pegunungan. Di sini dijelaskan juga tentang cara bertahan hidup penduduk Aborigin jaman dulu. Namanya juga numpang pipis, ya bentar doang. Trus lanjut lagi.

Sepertinya bis mengambil jalan memutar dan terus naik ke pegunungan. Di tengah jalan entah kenapa bis masuk ke jalan kecil dan berhenti di tengah hutan. Ternyata si tour leader mengajak kita mampir sebentar di spot favorite-nya walaupun gak masuk agenda resmi. Setelah treking sekitar 10 menit, kita sampai di pinggir jurang dengan pemandangan luar biasa. Si tour leader juga menawarkan rombongan untuk mencoret-coret muka biar agak mirip kebiasaan orang Aborigin. Bahan untuk coretannya dibuat dari batu yang digosok-gosokkan ke batu lain. Ada yang berwarna merah, kuning, atau putih. Gue? Ikutan dong. Eh beberapa mbak-mbak yang udah dandan abis agak bingung buat ikutan hahaha.



Setelah sekitar setengah jam, rombongan kembali meneruskan perjalanan. Akhirnya tiba juga di spot utama di Blue Mountain. Namanya Echo Point. Gue bahagia setengah mati. Bukan cuma karena pemandangan yang luar biasa, tapi juga karena……waktunya makan siang huahahaha. Iyalah laper banget. Udah bangun kepagian, pake acara treking, plus hawa yang dingin, gimana gak kelaperan. Bawa bekel roti sih, tapi mana cukup hahaha. Saat makanan dibagikan, ternyata cuma burger huhuhu. Sedih rasanya hati aing. Tapi gak papa, di sekitar Echo Point banyak yang jualan makanan kok hehehe.


Di Echo Point ini ada 2 view deck untuk melihat pemandangan Blue Mountain, satu di atas satu di bawah. Gue lebih suka di dek bawah karena view-nya terasa lebih luas dan dekat ke jurang di bawahnya. Three Sisters yang terkenal itu terlihat jelas dari sini. Jajaran 3 batu karang raksasa yang seolah-olah muncul di tengah hutan dan pegunungan Blue Mountain tersebut menjadi pusat obyek foto (dan selfie tentunya), jadi rasanya agak terganggu saat menikmati pemandangannya. Kudu antri panjang kalo mau dapat selfie bagus hahaha.

Setelah makan siang selesai, rombongan melanjutkan perjalanan lagi ke obyek terakhir, yaitu ke Scenic World. Oya, Blue Mountain ini bukan cuma pegunungan biasa, ini adalah sebuah Taman Nasional, jadi benar-benar dijaga oleh pemerintah setempat. Karena namanya taman nasional di pegunungan, maka acara utamanya adalah….treking (lagi). Langsung lemes hahahaha.

Di Scenic World ini ada beberapa activities yang bisa dilakukan. Yang utama adalah treking. Jadi ini masuk agenda utama. Nanti di tengah-tengah treking, yang berminat bisa misah dan naik Scenic Skyway untuk balik ke starting point, sisanya akan meneruskan treking kembali ke starting point. Tentunya yang milih naik Skyway harus bayar sendiri. Gue sih pilih nerusin treking soalnya pengen hunting foto-foto (padahal karena mahal aja naik Skyway hahahaha). Ada juga Scenic Cableway dan Scenic Railway, tapi entah kenapa gak masuk pilihan di sini. Mungkin karena rute trekingnya gak lewat situ dan waktunya terbatas kalo harus mengakomodasi semuanya. Gue gak terlalu peduli sih, pan budget terbatas juga hahaha.

Treking dilakukan melalui Scenic Walkway yang memang disiapkan dengan baik untuk para pengunjung. Jadi jalur trekingnya sudah dibuat dengan baik, jadi gak susah kayak naik gunung gitu. Rombongan kami mengambil jalur treking yang ditempuh sekitar 2 jam. Oya, jalur trekingnya melintasi hutan hujan (rainforest). Di hutan hujan ini pohon-pohon besar tumbuh dengan rindang di bagian luar hutan, sehingga sinar matahari gak nyampe ke bagian dalam. Jadi saat treking kondisinya cukup gelap, lembab, dan dingiiin. Enak sih, jadi gak cepet capek. Rombongan berhenti di beberapa spot seperti air terjun, Three Sisters view point, dan spot-spot lain sambil mendengarkan ‘dongeng’ dari tour guide tentang banyak hal, termasuk legenda Three Sister yang konon asalnya adalah 3 putri raja yang sengaja diubah menjadi batu oleh dukun atas suruhan ayahnya untuk menjaga mereka dari musuh yang menyerang saat perang suku. Eh dukunnya meninggal, jadi gak bisa dibalikin. Kasian….

Yang paling menarik selama di Austrialia adalah air kran-nya bisa diminum. Jadi gak perlu beli-beli air minum segala, tinggal bawa botol kosong trus isi aja di toilet-toilet umum yang tersedia di mana-mana. Jadi bisa ngirit (teteeeeeep hahahaha).

Sekitar jam 4 sore rombongan kembali ke Sydney, tapi kali ini semua anggoa rombongan diturunkan di satu tempat, yaitu di Central Station. Stasiun kereta ini berupa bangunan tua berarsitektur Eropa. Umurnya sudah lebih dari 100 tahun tapi masih digunakan sampai sekarang. Walaupun tua tapi kondisi stasiun masih bagus, bersih, dan masih jadi obyek foto yang indah lho. Jadi meskipun gue udah capek treking seharian tapi tetep masih sempet foto-foto sebelum balik ke hotel. Maklum fotografer amatiran hahaha.

Besok pagi harus bangun pagi lagi karena akan dijemput shuttle ke airport untuk melanjutkan perjalanan ke Melbourne. So, see you in Melbourne ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s