Taking A Breath – Part 5: ATHENS


20140523-184203-67323376.jpg

Baca cerita jalan-jalan sebelumnya ke Santorini di sini

Rangkaian perjalanan saya kali ini ditutup di Athena. Ibukota Yunani yang sarat dengan sejarah peradaban masa lampau. Jam 11 pagi pesawat berangkat dari Santorini dan tiba di Athena 45 menit kemudian. Dari bandara kami naik taksi ke hotel yang berada di tengah kota dalam waktu kurang lebih satu jam.

Hotel yang kami tempati berupa sebuah bangunan tua yang masih terawat baik di dekat Omonoia Square. Tempatnya cukup strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat wisata di Athena. Petugas penerima tamu di hotel ini kebetulan adalah seorang wanita yang cukup ramah dan menyenangkan. Dia memberikan kami peta, menunjukkan rekomendasi tempat-tempat yang sebaiknya kami kunjungi, dan memberikan informasi-informasi penting lainnya bagi turis seperti kami. Sarapan di hotel ini rasanya juga cukup enak.

Di awal Maret temperatur di Athena masih cukup dingin dan cenderung hujan. Suhunya bisa mencapai 5 derajat Celcius di pagi hari. Saat kami tiba, gerimis masih mengguyur seluruh kota, sehingga kami tinggal di hotel sampai sore baru keluar melihat-lihat kota. Yang kami kunjungi pertama kali adalah Omonoia Square. Dengan berjalan kaki dari hotel tidak sampai 5 menit untuk tiba di Omonoia Square. Oya, selain peta, kami juga masih menggunakan akses internet dari kartu Cosmote yang kami beli di bandara Athens pada saat transit ke Santorini, sehingga dengan bantuan online map, kami bisa mengunjungi tempat-tempat menarik yang kami inginkan.

Omonoia Square ini seperti alun-alun kecil di tengah persimpangan banyak jalanan. Di sepanjang lingkar jalanan ini banyak restoran dan sebuah mal kecil (sebesar Arion Mal di Rawamangun). Karena sempat ada insiden rusaknya resleting koper di Santorini dan saya ingin membeli koper baru, maka saya masuk ke mal tersebut. Ternyata harga barang-barang di sini tidak terlalu mahal walaupun tidak bisa dikatakan murah juga. Saya sempat menyesal karena pada saat itu saya menemukan sebuah jam gantung tua untuk accesories rumah yang harganya murah, namun tidak saya beli karena bermaksud mencari di tempat lain dulu besoknya. Kebetulan saya tiba di Athena hari Jumat, jadi saya pikir masih bisa mencari di hari Sabtu atau Minggu. Ternyata Sabtu-Minggu mal itu tutup. Dan hari Senin ketika saya lewat sebelum pulang ke Jakarta, ternyata juga tutup karena itu adalah hari libur di Athena. Akhirnya saya tidak berhasil membelinya, dan tidak bisa menemukannya lagi di manapun. Pulang dari mal kami mampir di sebuah restoran lokal dengan harga yang cukup terjangkau.

Keesokan paginya setelah sarapan kami mulai jalan-jalan kami di Athena. Tempat utama yang ingin kami kunjungi tentu saja Acropolis. Walaupun hotel kami dekat dengan metro station, namun kami memutuskan untuk berjalan kaki karena jaraknya tidak terlalu jauh. Selain itu kami sekalian ingin melihat-lihat kota Athena yang penuh bangunan tua dan situs sejarah yang menarik. Karena cuaca masih juga gerimis, kami membawa payung dan sesekali berteduh.

Perjalanan ke Acropolis melewati beberapa bangunan mengesankan seperti National library dan Academy of Athens, sebelum tiba di sebuah lapangan besar yang bernama Syntagma Square. Di Syntagma Square ini terdapat bangunan besar yaitu gedung parlemen Yunani. Dulunya bangunan ini adalah bekas istana raja Otto. Namun karena kami berencana untuk menghabiskan waktu di Acropolis, maka bangunan-bangunan tersebut hanya kami lewati saja, dan berencana untuk mengunjunginya keesokan harinya.

Kami terus berjalan ke arah Acropolis sambi melewati National Garden, Temple of Olympian Zeus, Hadrian’s Arc, dan beberapa bangunan tua lainnya. Jangan kaget kalau tiba-tiba di tepi jalan ada situs tua yang diberi pagar kaca. Seluruh kota Yunani memang penuh dengan situs bersejarah yang seringkali ditemukan secara tidak sengaja (mis: pada saat pembangunan jalan atau pembangunan jalur kereta bawah tanah). Pemerintah Yunani memang menaruh perhatian tinggi pada situs-situs bersejarah tersebut. Akhirnya kami tiba di Acropolis sudah hampir jam 11 siang. Cuaca mendung, sehingga perjalanan tidak begitu melelahkan.

Acropolis adalah sebuah kota kuno yang berada di dataran tinggi kota Athena. Di dalamnya terdapat banyak bangunan tua, baik yang masih utuh karena restorasi maupun yang sudah tinggal puing-puing. Di antaranya ada Propylaea yang merupakan monumen gerbang Acropolis , Erechteion yang merupakan kuil pemujaan kepada Dewi Athena dan Poseidon, Parthenon yang juga merupakan kuil pemujaan terhadap dewi Athena, Temple of Athena Nike, dan Odeon of Herodes Atticus sebuah teater kuno yang terbuat dari batu. Lalu di dalamnya bisa dilanjutkan juga ke Ancient Agora, yaitu situs kota kuno Yunani, dimana di dalamnya terdapat Temple of Hephaistos dan Museum of Acropolis. Sebenarnya di malam hari suasana akan lebih bagus karena efek lampu yang dipasang di bangunan-bangunan tua tersebut. Namun karena sudah terlalu lelah, maka kami tidak meneruskan sampai malam.

<br />20140523-183852-67132777.jpg

20140523-183852-67132884.jpg

20140523-183852-67132550.jpg

20140523-183852-67132670.jpg

Setelah puas berjalan mengelilingi Acropolis, kami berjalan pulang melewati Plaka. Deretan toko souvenir, restoran dan kafe bertebaran di sisi jalan. Kami memutuskan untuk beristirahat dan makan malam di salah satu kafe yang berada di Plaka. Di sini saya mencoba minuman khas Yunani yang disebut Ouzo. Minuman beralkohol semacam vodka ini rasanya cukup tajam, namun sangat efektif untuk menghangatkan tubuh di tengah cuaca dingin saat itu.
Kira-kira jam 9 malam di dekat hotel kebetulan ada toko yang menjual bahan-bahan makanan dari Asia. Kami mampir sebentar untuk beli minuman dan makanan kecil sebagai persediaan di kamar. Dan saya menemukan…………..Indomie!!! Langsung saya beli 3 bungkus. Ternyata saya lupa bahwa di kamar tidak ada pemanas air. Jadi terpaksa Indomie itu saya bawa saat sarapan besok paginya. Akhirnya kerinduan saya terbayar 🙂

Hari ketiga, Minggu, kami keluar hotel agak siang, sekitar jam 10. Cuaca berbalik 180 derajat dengan kemarin. Hari ini cuaca cerah sekali, langit biru berbalut awan tipis, hanya ada sedikit angin, dan temperatur cukup nyaman. Namun kami tetap membawa payung lipat untuk berjaga-jaga kalau tiba-tiba nanti hujan.

Kami menempuh jalur yang sama dengan yang kami tempuh kemarin, namun kami berencana untuk mampir di bangunan-bangunan yang kemarin hanya kami lewati. Namun ternyata kami kurang beruntung. Karena ini hari Minggu, maka gedung-gedung seperti National library dan Academy of Athens tutup dan tidak bisa dikunjungi wisatawan. Jadi kami hanya bisa foto-foto di depan gedung. Karena cuaca cerah, maka hasil foto menjadi lebih bagus.

20140523-175322-64402966.jpg

20140523-175322-64402849.jpg

Lalu kami meneruskan perjalanan ke arah Syntagma Square. Di sini kami menemui tradisi unik. Seperti disebutkan di atas, di Syntagma Square ini terdapat gedung parlemen yang dulunya merupakan istana Raja Otto. Di depan gedung parlemen ini dijaga oleh dua orang penjaga dengan pakaian khas penjaga istana Yunani jaman dulu Dan pada jam-jam tertentu ada prosesi pergantian penjaga dengan cara yang cukup unik. Prosesi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Setelah itu kami mampir ke National Garden dan makan siang di sebuah kafe di dalam kawasan taman. Taman kota ini cukup luas dan di dalamnya banyak penduduk lokal sedang berjalan-jalan menikmati keindahan taman. Karena kebetulan hari Minggu, maka banyak keluarga yang membawa anak-anaknya bermain-main di taman. Juga terlihat orang-orang tua yang bersepeda santai dan membawa anjingnya ke dalam taman. Kemudian kami juga mengunjungi Temple of Olympian Zeus dan Hadrian’s Arc yang ada di depannya. Sayangnya karena ini hari Minggu maka Temple of Olympian Zeus tutup lebih cepat. Jadi kami hanya bisa mengambil foto di depannya.

20140523-184528-67528997.jpg

Menjelang sore kami kembali ke arah Syntagma Square. Di sana kami melihat ada jalan menurun ke arah seberang gedung parlemen. Karena memang tidak ada tujuan lain, maka kami menyusuri jalan itu. Di sepanjang jalan banyak toko yang berjualan alat elektronik, handphone, dan pakaian. Namun semua tutup karena memang ini hari Minggu. Namun yang mengherankan, banyak orang yang berjalan ke arah yang sama dengan kami. Di ujung jalan terlihat ada sebuah gereja tua berdiri di tengah bangunan-bangunan baru. Dan setelah gereja terlihat kerumunan orang memenuhi sebuah lapangan. Ternyata itu adalah Monastiraki Square.

Monastiraki Square adalah sebuah lapangan yang dibangun di dekat metro station, yang dikelilingi oleh pertokoan, hotel, restoran dan kafe. Dari lapangan terlihat Acropolis di kejauhan. Jika berjalan sedikit ke arah Acropolis, maka terlihat banyak toko yang menjual barang-barang kerajinan dan souvenir khas Yunani. Dan yang menarik adalah banyak toko yang menjual barang-barang bekas (flea market). Barang-barang yang dijual masih dalam kondisi bagus dan dengan harga yang relatif murah. Di sinilah saya membeli beberapa souvenir untuk dibawa pulang ke Jakarta.

20140523-184422-67462334.jpg

Semakin sore lapangan semakin ramai. Banyak anak-anak muda berkumpul di sini. Di tengah lapangan ada panggung kecil yang digunakan untuk band show. Di tepi lapangan juga ada kelompok-kelompok kecil yang melakukan pertunjukan masing-masing, seperti street magic, violin, dan bahkan ada seorang nenek yang hanya memutar audio CD dan menari-nari di tepi lapangan. Di tengah cuaca yang semakin dingin, kami mengambil tempat di sisi sebuah kafe dan menikmati suasana minggu sore di Monastiraki Square ditemani segelas coklat panas (dan sepiring makanan tentunya). Menjelang malam baru kami beranjak pulang dengan menggunakan subway train.

Keesokan harinya, sebelum check out, kami menyempatkan diri untuk berkeliling sekali lagi sambil membeli beberapa souvenir tambahan. Walaupun hari Senin, namun suasana kota sepi karena hari ini libur nasional. Setelah itu kami check out dari hotel dan menuju airport naik taksi.

See you, Athens. See you, Europe. Till we meet again. Ευχαριστούμε, Τα λέμε ξανά

*foto-foto lain bisa dilihat di instagram saya: @BANGBERNARD

9 comments

  1. Mas mau tanya ni..
    Ngurus visa nya bagaimana ya?
    Sy mau ke yunani tp belum nemu buku panduan ke yunani.. mas pakai buku panduan apa ya? Thanks

    Like

  2. Mau tanya klo ada penerbangan Istanbul-Santorini dan transit di Athens. Waktu transit di Athens adalah 5 jam sebelum terbang lagi ke Santorini. Dengan Visa Schengen via Yunani kita boleh gak ya keluar bandara Athens? Thanks before.

    Like

      1. Wahh boleh ya..asikk..soalnya kmrn pas mau beli tiket maskapai AA transit di KUL selama 7jam ada info dri pihak petugas penjualan tiket maskapai tsb bahwa gak boleh keluar bandara padahal kan malaysia gak pake visa. Jadi sempet bingung coz blm pernah keluar bandara pas transit 🙂

        Like

      2. Oya? Mungkin alasannya biar gak ribet aja sih. Tapi secara aturan harusnya bisa. Anyway, 5 jam di Athena agak mepet lho kalo mau keluar airport. Soalnya proses imigrasi dll butuh sejaman kan, trus airportnya juga agak jauh dari kota, padahal 2 jam sebelum berangkat kan harus udah standby lagi di airport. Jangan sampe ketinggalan pesawat yaa. Have fun di Santorini 🙂

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s