Masa Lalu


Masa Lalu
(written: Sunday, October 16, 2011)

Cerita Didi
Aku cinta istriku. Dan aku tahu dia cinta aku. Sepenuhnya? Aku tak pernah tahu. Tak ingin tahu juga. Aku menikmati pernikahan kami yang hampir 15 tahun ini kami jalani. Dulu saat kami bertemu, kami sudah berjanji untuk tidak mengingat masa lalu kami. Dia tahu bagaimana hidupku sebelum bertemu dengannya, begitu pula aku. Dan kami sudah mengubur semuanya untuk memulai hidup baru 15 tahun lalu.

Dia melayaniku dengan sangat baik sebagai istri. Aku tak bisa mengeluh soal itu. Hanya satu yang menjadi ganjalan di hatiku. Sampai sekarang kami masih belum memiliki keturunan. Tak ada yang salah. Kata dokter kami berdua sehat. Istriku tak pernah mau mengadopsi anak. Repot menjelaskannya kalau nanti kami akhirnya mempunyai anak sendiri, begitu alasannya.

Kami berdua bekerja. Aku bekerja di sebuah perusahaan periklanan besar dengan jabatan yang cukup tinggi. Sementara istriku bekerja sebagai sekretaris direktur di sebuah bank swasta besar. Pendapatan kami berdua lebih dari cukup untuk membiayai rumah tangga kami.

Kami sering berlibur berdua, atau sekedar diam di rumah menghabiskan akhir pekan. Namun sudah beberapa bulan terakhir dia sepertinya sibuk dengan pekerjaannya. Kami semakin jarang menghabiskan waktu berdua

Cerita Diana
Aku mencintai suamiku. Dia orang yang baik. Tapi baik saja tak cukup. Memang kami sudah berjanji tak akan mengungkit masa lalu kami. Aku dulu bukan perempuan baik-baik. Aku tahu. Dia pun begitu. Dan kami sudah berusaha merubah diri. Aku berusaha keras dan aku berhasil. Sekarang aku adalah perempuan terhormat dengan pekerjaan yang sangat pantas. Dia? Mungkin dia sudah berubah, tapi ada sepotong sisa masa lalunya yang kurasa tak mungkin berubah.

Atasanku orang yang baik. Dia sangat perhatian padaku. Akhir-akhir ini entah kenapa dia sering sekali memberi tugas padaku. Bahkan di akhir pekan. Tugas-tugas yang sepertinya tidak penting. Hanya alasan agar aku menemaninya di kantor. Setelah itu dia akan mengajakku makan siang atau makan malam. Kurasa dia menyukaiku. Dan lama-lama aku pun mulai menyukainya. Suamiku? Ah perkawinanku tinggal menunggu waktu

Cerita Agus
Aku sangat mencintainya. Tapi dulu dia direbut dariku. Ini waktunya aku merebutnya kembali. Satu-satunya cara adalah memisahkan mereka, lalu mengambil apa yang harusnya menjadi milikku. Kasihan Diana, dia pikir aku benar-benar mencintainya. Dia tak sadar, aku sedang memulai hukuman untuknya karena merebut suaminya dariku 15 tahun lalu. Rencanaku sederhana saja. Aku akan memikatnya, membuat mereka berpisah, lalu mencampakkannya. Aku akan membuka mata Didi bahwa perempuan itu tak pantas untuknya. Dengan demikian, dia akan menyadari bahwa keputusannya dulu salah besar. Dia pasti kembali padaku.

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s