Misi Rahasia


Misi Rahasia
(written: Monday, October 10, 2011)

Raja
Apakah disana hujan seperti disini, sayang? Ah rindu rasanya menikmati keluhmu saat hujan seperti ini. Genangan air dimana-mana, katamu, membuat basah orang di pinggir jalan saat ada mobil melintasinya. Ah, aku rindu kamu, sayang. Sudah berapa lama ya kita tak bertemu? Setahun? Dua tahun? Ah rasanya seperti berabad-abad saja. Apa kabar kamu disana? Pasti sibuk dengan tugas-tugas yang segudang? Tapi kamu pintar, pasti kamu cepat lulus dengan sangat baik, dan akan segera pulang kan? Aku menantikan saat-saat menjemputmu dan merengkuhmu lagi di pelukku.

Riri
Hujan lagi. Ini sudah musim hujan kedua. Sudah dua tahun aku disini. Sebentar lagi aku akan pulang. Berat rasanya meninggalkanmu disini. Terlalu banyak yang sudah kita alami bersama. Terlalu banyak cinta yang kita bagi berdua. Terlalu banyak hari yang kau beri untuk menemani malam-malamku yang sunyi. Ah, aku tak mampu membayangkannya. Pasti berat bagimu melepasku, seberat aku melepasmu. Apakah kau akan memintaku tinggal? Kau tahu aku akan melepaskan segalanya jika kau minta.

Deni
Aku tak mengerti akan hatiku sendiri. Harusnya aku bersedih. Harusnya aku menahanmu. Harusnya aku berat melepaskanmu. Tapi tidak. Pesonanya terlalu besar menyedot jiwaku. Aku memang bersama denganmu dua tahun ini. Tapi aku juga bersamanya. Dan hanya dia yang mampu menaklukkan hatiku. Aku menyayangmu, sungguh. Tapi dia yang mampu membuatku hidup. Membuatku bertahan menghadapi hari-hari terakhirmu disini. Membuatku yakin bahwa masih ada hidup setelah kepergianmu kelak. Ah, hujan ini semakin membuatku rindu padanya.

Yani
Kau dan kekasih tololmu itu. Seharusnya kau tahu hatinya telah tertinggal disana. Kau tak mungkin memilikinya. Tidak sekarang, tidak selamanya. Ada yang telah lebih dulu memiliki hatinya. Kau dan dia akan melukainya kelak. Dan aku tak mungkin tenang. Aku terlalu mencintainya untuk membiarkan kalian menyakitinya. Kau tak tahu betapa dia mencintainya. Kau tak tahu malam-malamnya yang begitu sunyi. Kau tak tahu betapa menderitanya dia disana. Tapi tunggu, kau akan tahu segera. Kau akan tahu rasanya. Pertama kau, lalu kekasihmu yang tolol itu. Dan kelak dia akan jadi milikku selamanya.

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s