Pernikahan di Mata Lajang Jalang


Pernikahan di Mata Lajang Jalang
(written: Thursday, August 11, 2011)

20111024-092041.jpg

Hari ini bokap nyokap gue ulang tahun pernikahan ke 38. Buat gue itu waktu yang saaaaaaangat panjang untuk sebuah komitmen. Eh pada hari yang sama di twitter ada kehebohan seputar perceraian seorang artis yang ke tiga kalinya. Dengan usia pernikahan yang belum juga 10% usia pernikahan bokap-nyokap gue. Kok jadi gatel pengen komentar ya -__-“

Menurut gue pernikahan itu bukan sesuatu yang ‘dijalanin aja’. Salah besar. Persiapan mental yg panjang sebelum menikah itu penting. Banyak lho yang harus dipikirkan. Yang paling utama itu, apa kita benar2 sudah mengenal pasangan kita.

Tentu saja sulit. Bisa aja kita bilang bahwa berdua sudah berusaha sejujur mungkin, seterbuka mungkin, ngga ada yang ditutup2i. Tapi yang namanya pacaran itu, ya seperti strategi marketing pada umumnya lah. Ngga bohong, bener. Tapi juga ngga dibuka semua, dong. Paling ngga kan kita mau keliatan sempurna di mata pasangan. Ada juga yang sudah berusaha sangat terbuka dengan pasangan, tapi tetap saja ada yang ngga diceritain. Banyak hal yang baru akan ketauan kalo sudah menikah dan tinggal bareng.

Kalo akhirnya kita memutuskan menikah, ya memang harus diperjuangkan secara konsisten. Tentu saja sekaligus sama segala konsekuensinya. Mengalah dan berubah demi kebaikan itu penting lho. Ngga ada itu ceritanya ‘terima gue apa adanya’ kalo sudah menikah. Ada beberapa adjustment yang harus dilakukan. Nah, kalo udah gini tinggal ngukur aja seberapa siap sih dulu pas memutuskan mau menikah.

Gak bisa tiba2 mau cerai trus sebagai alasan bilang ‘kita udah gak cocok lagi’. Apalagi alasan itu dikeluarkan padahal baru nikah kurang dari 5 tahun. Itu menunjukkan kalo lo main2 dg pernikahan lo. Sebagian besar perceraian sebenarnya bisa diperjuangkan lho. Kecuali kalo karena pasangan lo cheating. Berzina dengan orang lain. Silakan cerai saja itu sih. Artinya dulu lo belum benar2 mengenal dia.

Ada lagi alasan yang lebih tolol menurut gue. Kalo cerai alasannya ‘ngga jodoh’. Lhaaa pegimane ini. Ada dua pendapat mengenai jodoh. Jodoh itu anugerah dari Tuhan, artinya memang lo gak bisa milih, tinggal terima aja, atau jodoh itu harus diperjuangkan, artinya lo harus berjuang untuk mempertahankan pilihan lo. Buat gue jodoh itu anugerah dari Tuhan, tapi dia hanya ngasi tanda2nya saja, dan membebaskan kita untuk memilih sesuai kehendak kita. Namun sesudah kita memilih, ya kita harus memperjuangkannya. Ngga lantas gampang aja cerai.

Walaupun gue tidak berencana untuk menikah (at least dalam waktu dekat), tapi gue termasuk orang yang mengagungkan suatu pernikahan. Pernikahan itu sakral menurut gue. Hanya sekali seumur hidup. Keputusannya bukan main2 lho. Kalo misalnya kawin cerai smp 3 kali, mungkin harus introspeksi. Mungkin dulu terlalu terburu2 ngambil keputusan mau nikah. Jadinya gak siap. Oya, konon menikah itu wajib buat yang siap. Kalo ngga siap ya jangan dipaksakan. Bete gak sih denger orang bilang gini “ya kalo ngga sekarang, kapan lagi siapnya?” Ingat, itu jebakan. Bukan mereka yang jalanin, tapi kita. Susah senang mereka cuman bisa ikut prihatin (kayak SBY), tapi kita yang nanggung akibatnya.

Happy anniversary, Dad, Mom.

One comment

  1. itu, kalimat yang “konon menikah itu wajib buat yang siap. Kalo ngga siap ya jangan dipaksakan” bagus tuh, bisa dijadikan bahan nge-les klo ditanyain kapan nikah 😛

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s