Cara cepat menjadi miskin – an inspiration from Sunday Sermon


Cara cepat menjadi miskin dan terjerat hutang
(written: Sunday, March 13, 2011)
An inspiration from Sunday Sermon

1. Malas
Amsal 6:9-11 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata
Amsal 21:5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.
Amsal 21:25 Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.

Malas memang kunci dari kegagalan. Baik malas secara fisik, maupun malas berpikir. Malas secara fisik sudah jelas akibatnya. Yang akibatnya lebih parah namun jarang terdeteksi adalah malas berpikir . Malas berpikir akan membawa kita pada kehancuran, karena kita tak akan berkembang, tak akan diterima orang, dan akan sangat mudah ditipu.

2. Serakah
Amsal 28:20 Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman
Amsal 25:16 Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya

Kata orang bijak, seseorang disebut orang kaya bila mampu merasa cukup. Cukup disini artinya tidak memaksakan sesuatu yang diluar kemampuannya. Banyak orang yang ingin kaya. Namun hanya sebagian orang yang mau bekerja keras agar jadi kaya. Sebagian yang lain menggunakan jalan pintas, misalnya berjudi, korupsi, dan lain-lain.

3. Sombong
Sombong bukan hanya pamer atas apa yang dimiliki, tetapi sombong juga bisa diartikan tidak mau/gengsi menerima bantuan pihak lain. Dengan kata lain merasa diri selalu mampu.
Ada kalanya kita harus mau mengaku bahwa kita tidak mampu dalam satu hal, dan untuk tetap bertahan, kita butuh bantuan orang lain. Tidak ada yang salah dengan menerima bantuan orang. Cuma, kita harus pandai memanfaatkan bantuan tersebut, dan tidak malah merongrong orang yang bersangkutan

4. Salah menentukan prioritas
If everything is important, nothing is important. Kalau kita punya beberapa pekerjaan yang kita anggap sama pentingnya, sebenarnya kita telah mengatakan bahwa pekerjaan itu tak satupun yang penting. Begitu pula dalam kehidupan. Jika kita mengatakan bahwa keluarga, teman, dan pekerjaan itu sama pentingnya, itu sama artinya dengan mengatakan bahwa tak satupun dari ketiganya itu benar2 penting buat kita. Seharusnya kita bisa memilah2 prioritas berdasarkan tingkat kepentingannya. Dengan demikian kita bisa fokus pada suatu hal sebelum berpindah ke hal lain

5. Tidak berencana
Hal ini paling berbahaya. Tanpa perencanaan, segala project yang kita lakukan akan sia-sia belaka. Jangan berprinsip ‘mengalir seperti air’. Kenapa? Karena air mengalir ke tempat yang lebih rendah, jadi kalo kita mengalir mengikuti air, kita akan sampai ke tempat yang lebih rendah. Agar bisa sampai ke tempat yg lebih tinggi, harus ada rencana dan antisipasi yang memadai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s