Superman, Superhero yang Kesepian


Superman, Superhero yang kesepian
(written: Tuesday, March 20th, 2007)

Tau Superman? Tau, dong…

Pernah baca komiknya atau nonton film-nya? Pasti pernah dong…

Kalo loe pernah baca or nonton Superman, pasti loe tau bahwa orang ini (can I say ‘orang’?) adalah superhero, manusia luar biasa yang punya kemampuan luar biasa, punya keberuntungan luar biasa (ya iyalah, kalo perang sama siapa aja pasti menang terus), punya keluarga yang luar biasa, tapi punya kehidupan yang sangat tidak biasa karenanya.

He has to live his complicated life. Dia harus menjadi 2 sosok yang sangat berbeda dalam kehidupannya. He has a big secret to be a superhero. And he has to keep this secret carefully. Dan dalam waktu yang bersamaan dia harus menyelamatkan dunia tanpa membuat orang tau siapa dia sebenarnya. Gue sering berpikir, why didn’t he just open his identity to the world. Tapi jawabannya datang sesegera mungkin. Dia harus melindungi keluarganya dari teror dan bahaya yang akan datang kalau identitas aslinya terbongkar. Ya iyalah, musuhnya kan banyak. Jadi orang2 di sekitar dia akan terlindung selama musuh2nya tidak mengetahui rahasianya.

Terlalu dongeng? Yeap…

Tapi disini gue mau melihat sisi lain dari dongeng tersebut. Kalau loe nonton serial TV Smallville (ini lebih manusiawi dibandingkan versi layar lebarnya, karena membahas lebih detail kehidupan pribadinya diluar Superman) loe akan lebih bisa mengerti kondisinya. Bagaimana si Clark Kent (itu namanya waktu ngga jadi Superman) harus grubak grubuk di kehidupan sehari-hari untuk menyelamatkan dunia tapi di waktu yang sama harus tetap menutupi identitas aslinya. Bagaimana dia harus menutupi semua kecurigaan orang-orang dekatnya dengan bersikap ‘normal’ layaknya orang biasa. Bagaimana dia menghadapi kekecewaan orang-orang dekatnya hanya karena hal-hal simple yang seharusnya ngga jadi masalah besar. Bagaimana orang menilai dia dengan cara yang salah. Bagaimana orang marah karena dia tidak mau mengatakan hal yang ditutupinya, padahal sebenarnya itu untuk keselamatan mereka sendiri. Bagaimana dia bergulat dengan egonya untuk mengatakan rahasianya pada orang yang dicintainya. Dan bagaimana kesedihan yang dirasakannya saat kehadirannya ditolak tanpa sebab. Dan kesepian yang harus dirasakannya sebagai konsekwensi ‘kehidupan ganda”-nya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita memperlakukan orang seperti memperlakukan Superman. Kita sering men-judge orang berdasarkan apa yang kita lihat. Apa yang kita rasakan. Jarang dari kita yang mau menilai seseorang dari apa yang mereka rasakan.

Kita suka misteri, tapi kita lebih suka lagi mengetahui rahasia di balik misteri itu. Dan celakanya kita bisa marah, kecewa, sedih, bila kita tidak berhasil mengetahuinya. Padahal kita tidak tahu bahwa terkadang misteri akan jauh lebih menarik bila tetap tinggal sebagai sebuah misteri.

Anyway, gue suka Superman bukan hanya karena kekuatannya yang luar biasa, tapi juga kemampuannya untuk bertahan dalam menghadapi pergulatan batinnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s