Antara Hutang dan Teman


Beberapa kali gue dengar curhat tentang masalah hutang piutang antar teman. Semua orang akan selalu terjebak di posisi sulit ketika berurusan dengan hutang piutang antar teman. Dalam hal ini berdiri sebagai orang yang meminjamkan uang. Mau diminta kok gak enak, mau gak diminta kok ya uang kita.

Yang lebih parah, seringkali yang meminjam uang jadi lebih sensitif. Kalo ditagih malah marah, tersinggung, nyinyir, atau kabur sekalian. Ini sebabnya banyak hubungan pertemanan berantakan gara-gara masalah hutang. Sayang banget. Padahal awalnya pasti karena ingin saling membantu.

In my case, gue gak pernah nagih utang sekalipun. Silakan dicek. Entah kenapa gue juga gak tau. Rasanya gak enak sampe ribut dan hubungan jadi berantakan gara-gara utang. Menurut gue, yang punya utang yang seharusnya dengan sadar mengembalikan pada waktu yang sudah dijanjikan. Kalo saat jatuh tempo belum bisa bayar, ya harusnya bilang. In a proper way! Bukan sekedar whatsapp/sms bilang gak bisa bayar. At least telepon lah.

Karena gak mau ribut sama temen gara-gara utang, biasanya gue selektif kalo ada temen yang mau berhutang. Sepanjang jumlahnya masih dalam batas toleransi gue untuk dikembalikan dalam waktu yang lama, biasanya gue kasi. Anggap aja itu sudah gue ikhlasin. “ikhlas” in term of payment time. But still I want them back! Gue gak akan nagih. Kalo yang pinjem belagak lupa, percayalah, that’s the last time I lend money to them.

Ada juga temen yang langsung masuk blacklist gue. Yaitu yang berkali-kali minta maaf karena blom bisa bayar hutang, tapi hidupnya foya-foya. Makan di tempat mahal, belanja barang-barang mahal, jalan-jalan keluar kota, dan semuanya diposting di social media. Saat iseng nanya, katanya ada prioritas lain yang lebih penting, jadi bayar utangnya tertunda, menurut dia toh gue blom butuh uangnya. DANG! If I’m not a priority to you, then why you should be a priority to me?

Menurut gue, hutang itu adalah prioritas pertama untuk diselesaikan. Kepentingan sekunder lain harusnya bisa ditunda sampai hutangnya lunas. Mana enak sih rasanya hidup berhutang? Apalagi sama temen. Ntar kapan-kapan kalo bener-bener butuh lagi udah gak ada yang mau minjemin lho.

Soal ‘bunga’, gue pribadi sih gak pernah berpikir untuk mengenakan/menerima bunga atas uang yang dipinjamkan ke teman. Niatnya kan bantu, jadi ya bantu aja, jangan malah bikin susah dengan minta bunga segala. Beda lagi ceritanya kalau kasusnya pinjam uang antar teman untuk urusan modal usaha yang jumlahnya besar. Itu mungkin masuknya jangan ke utang piutang, tapi lebih ke investasi. Gue sih gak pernah, lha buat modal usaha sendiri aja udah niat mau pinjam ke bank daripada ke temen hehehe.

Jadi, yuk kita giatkan #gerakanbayarhutang :p
*photo from madjongke.com

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s