I Love You Anyway


I Love You Anyway
(written: Wednesday, September 12, 2012)

But even so
I love you anyway
No matter how things have gone
You always have me

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Saat pertama kau datang dan masuk di kehidupanku. Waktu itu kau jadi anak baru di sekolah kita. Tampang lugumu itu tiba-tiba memenuhi mimpi-mimpiku. Derai tawamu menghanyutkanku. Andai kau tahu, saat itu hatiku langsung terjerat olehmu.

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Aku marah-marah di depanmu gara-gara kau bolos dari kelas saat pelajaran Geografi yang membosankan itu. Namun dengan caramu kau malah berhasil mengajakku nongkrong di belakang sekolah. Akhirnya kita ketahuan dan dijemur berdua di lapangan basket. Dan kau cuma tertawa saat itu. Kau bilang tak perlu malu, karena kita bersama. Andai kau tahu aku menikmatinya.

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Saat pertama kalinya kau menangis di depanku. Kau mengeluhkan tentang keluargamu yang mulai berantakan. Rumahmu tak lagi menjadi tempat berlindung yang nyaman. Dan kau butuh tempat berpegang. Andai kau tahu bahwa akan selalu ada aku untukmu.

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Saat pertama aku menyatakan cinta padamu dan kau tertawa sampai berlinang-linang. Kau mengira aku bercanda dengan ungkapan cintaku. Lalu mendadak kau berhenti tertawa dan memandang takut padaku saat melihat wajahku yang tanpa senyum sedikitpun itu. Kau menolaknya karena kau terlanjur menganggapku teman dan tak mungkin bisa lebih. Aku hanya tersenyum getir saat kau meminta maaf dan meninggalkanku. Kau tak menemuiku selama beberapa minggu karena kau takut aku marah padamu. Andai kau tahu aku tak akan pernah bisa marah padamu.

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Saat kau mengenalkan kekasihmu. Kau terpaksa karena tak sengaja kita bertemu di kafe itu. Kau tak pernah menatap mataku saat itu. Dan kau buru-buru mengajaknya pergi saat kami mulai berbincang. Kau seperti takut menyakitiku. Andai kau tahu aku tak akan pernah merasa tersakiti olehmu.

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Saat kita akhirnya lulus dan melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi yang berbeda. Kita menangis saat pengumuman. Kau menangis bahagia karena diterima di tempat yang sama dengan kekasihmu itu dan aku menangis merana karena harus berpisah darimu. Kita memang masih satu kota, tapi dirimu serasa berjarak ribuan kilometer dariku. Andai kau tahu aku sanggup berpisah lama darimu.

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Saat tiba-tiba temanmu datang menemuiku membawa berita buruk tentangmu. Kau dilarikan ke UGD karena overdosis obat tidur. Dan saat aku mengunjungimu ke rumah sakit, kau tak mau menemuiku. Katamu kau pasti membuatku malu. Andai kau tahu betapa takutnya aku saat itu.

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Saat aku akhirnya berhasil bertemu denganmu sepulangmu dari rumah sakit. Kau menangis hampir satu jam di depanku. Lalu kau menceritakan semua masalahmu. Kekasihmu itu telah meninggalkanmu. Aku tak tahu jika kau begitu mencintainya hingga melakukan hal bodoh itu. Namun kau telah menyadarinya dan mulai melupakannya. Andai kau tahu betapa bahagia aku mendengarnya.

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Saat aku terbangun tengah malam karena teleponmu. Kau sedang ada di kantor polisi. Aku terlonjak dan segera menyusulmu kesana. Kau terkena razia narkoba. Aku tak pernah tahu jika kau begitu hancur dan mulai menggunakannya. Kau terlalu pandai menutupinya di depanku. Lalu dengan koneksi sana sini dan membayar sejumlah uang akhirnya aku berhasil mengeluarkanmu dan memaksamu masuk ke panti rehabilitasi. Andai kau tahu betapa cemasnya aku saat itu.

Masihkah kau ingat seribu tahun yang lalu. Kau memulai kembali hidupmu setelah kejadian itu. Kau kembali kuliah sementara aku sudah diterima bekerja. Aku berusaha tetap di kota ini agar bisa menjagamu. Aku tak ingin kau terlepas lagi dariku. Yang tak pernah kusangka adalah saat kau datang dan memberikan undangan pernikahanmu padaku. Aku tak tahu harus bereaksi seperti apa. Andai kau tahu betapa terkejutnya aku saat itu.

Aku terus mencintaimu tanpa batas selama seribu tahun ini. Dan akan terus mencintaimu tanpa batas sampai seribu tahun ke depan. Andai kau tahu itu.

But even so
I love you anyway
No matter how things have gone
You always have me

I Love You Anyway ~ Mocca

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s