Nasionalisme


Nasionalisme
(written: Friday, August 17th, 2007)

Setelah 62 tahun merasakan menjadi bangsa yang merdeka, kadang-kadang terlintas di pikiran gue, apa arti nasionalisme saat ini. Mungkin dulu artinya adalah ikut berjuang mempertahankan bangsa dan negara dari serangan penjajah. Tapi sekarang?

Beberapa pihak mengatakan bahwa jaman sekarang nasionalisme sudah mulai luntur di kalangan anak muda. Alasannya, sebagian besar generasi muda sudah bergaya kebarat-baratan, dan mulai meninggalkan budaya bangsa. Apa iya nasionalisme hanya sesempit itu? Apa makan McDonald atau KFC artinya sudah tidak nasionalis lagi? Apa nonton film Holywood atau Bollywood artinya sudah tidak nasionalis lagi? Apa menggunakan Prada or Gucci artinya sudah tidak nasionalis lagi? Apa mengendarai Toyota or Honda artinya sudah tidak nasionalis lagi? Hmmm…I don’t think so.

Gue ingat sewaktu nonton salah satu event pemilihan ratu-ratuan beberapa waktu lalu di TV. Ada pertanyaan apa yang akan mereka usulkan untuk melestarikan budaya bangsa. Jawabannya seragam, mereka mengatakan akan lebih sering menggunakan kebaya dan batik, bahkan ada yang mengusulkan agar pemerintah menentukan hari khusus dimana semua siswa sekolah dan karyawan harus menggunakan batik dan kebaya. Wow…begitu dangkalnya pemikiran mereka tentang budaya bangsa. Hanya batik dan kebaya.

Kalau dihubungkan dengan nasionalisme, rasanya terlalu dangkal bila mengatakan bahwa menggunakan batik dan kebaya artinya berjiwa nasionalis tinggi. Ngga ada jaminan, broer…

Di jaman global seperti ini, ya jelas hukum harga, kualitas dan kepraktisan memegang peranan penting dalam penentuan segala hal. Kalau memang produk Barat lebih bagus dari segi kualitas dan lebih murah, kenapa memaksakan harus menggunakan produk lokal yang mahal namun kualitasnya di bawah standar? Kalau ingin bersaing, maka buatlah produk yang kualitasnya jauh di atas rata-rata, namun dengan harga lebih terjangkau. Dan pemilihan pemakaian produk ini tidak ada kaitannya dengan nasionalisme. Itu hukum pasar. Begitu juga dengan kepraktisan. Menggunakan kebaya atau batik dalam bekerja jelas tidak praktis, bahkan dalam beberapa pekerjaan hal tersebut bisa mengganggu dan mengurangi produktifitas kerja.

Okay, enough with all the complaints and negative view. Lets talk about the simple things that we can do about nasionalism.

Mulai saja dengan hal-hal kecil di sekitar kita. Misalnya seorang siswa. Belajar dengan sebaik-baiknya sudah cukup. Bila seseorang menjadi orang pintar, banyak hal bisa dilakukannya. Yang paling dasar, bisa mengharumkan nama bangsa di forum internasional (ingat dong juara Olimpiade Fisika beberapa kali diraih oleh Indonesia). Dan lebih besar lagi, bahkan bisa menciptakan produk yang luar biasa (ingat kontes robot di Jepang yang dimenangkan oleh mahasiswa dari ITS SUrabaya?).

Lalu bila kita bekerja. Katakanlah di perusahaan asing. Kita harus bekerja dengan sebaik-baiknya, dan menunjukkan prestasi kerja yang luar biasa, sehingga kita bisa menjadi asset yang sangat berharga bagi perusahaan kita. Bila perusahaan berkembang dengan sangat baik, hal tersebut akan memancing investor-investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Artinya devisa bagi negara.

Namun yang paling simple adalah memelihara suasana berbangsa yang kondusif. Jangan ada lagi kejahatan, keributan, perang saudara, sehingga negara kita menjadi negara yang aman, tentram, potensial bagi investasi asing. Bayangkan betapa besar peluang kita untuk mendapatkan devisa dari penanaman modal asing menjadi hangus hanya karena kondisi negara yang tidak kondusif.

Satu hal lagi yang saat ini sedang trend. Global Warming. Hey, kita sama-sama tahu bahwa Indonesia adalah salah satu paru-paru dunia. Kenapa kita tidak menjaganya? Mengurangi pembakaran hutan secara liar, mengurangi polusi dan mengurangi penggunaan BBM secara berlebihan, menjaga dan merawat lingkungan di sekitar kita. Hal-hal kecil itu sudah menunjukkan jiwa nasionalime kita.

Jadi mulai sekarang kita harus mulai dari diri kita sendiri. Lupakan hal-hal rumit, dan lakukan hal-hal simple untuk menunjukkan rasa nasionalisme kita. Percayalah, belum terlambat untuk membenahi negara kita.

MERDEKA !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s