I Love The Way You Love Me


I Love The Way You Love Me
(written: Saturday, February 26, 2011)

I like the feel of your name on my lips
And I like the sound of your sweet gentle kiss
The way that your fingers run through my hair
And how your scent lingers even when you’re not here

And I like the way your eyes dance when you laugh
And how you enjoy your two-hour bath
And how you’ve convinced me to dance in the rain
With everyone watching like we were insane

But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul so completely
I love the way you love me

And I like the sound of old R ‘n’ B
And you roll your eyes when I’m sloppily off key
And I like the innocent way that you cry
At sappy old movies you’ve seen thousands of times

And I could list a million things
I love to like about you
But they could all come down to one reason
I could never live without you baby

Di atas itu adalah salah satu lagu favorit gue. Kalo gak salah yang nyanyi Eric Martin. Lagunya enak, liriknya dalem.

Bokap nyokap gue sudah menikah hampir 38 tahun. Dan buat gue pernikahan ideal itu ya seperti mereka.
Ngga kok, ngga manis2 kaya di film2 atau sinetron Indonesia. Biasa aja. Ya sayang, ya cinta, ya berantem juga, ya diem2an juga, dsb. Tapi buat gue mereka punya cara sendiri untuk menunjukkan cintanya.

Mereka menikah dari kondisi nol. Bapak (gue panggil bapak dan mama) blom kerja, blom punya apa2. Berdua mereka membangun rumah tangganya dari titik paling rendah sampai saat ini.

Sejak menikah sampai sekarang mama gue gak pernah absen nyiapin sarapan buat bapak kalo pagi. Dari makanan berat (nasi goreng, roti, bubur, ketan, dll), sampai sekedar teh atau susu, karena bokap gak ngopi. Itu salah satu cara mama untuk menyatakan cintanya ke bapak. Dan karena kebetulan mama gak kerja, maka semua kerjaan rumah selalu dikerjakan sendiri, dari nyuci setrika sampai masak.

Untuk nyuci setrika, bapak percaya cuma sama mama. Walaupun ada pembantu, khusus untuk bajunya harus mama yg ngerjain. Kalo mama lagi ngga ada, ya bapak nyuci setrika sendiri.

Untuk masak, buat kita sekeluarga, khususnya bapak, masakan mama itu yang paling juara. Spesialisnya masakan Jawa, Padang dan Batak. Dan khusus untuk masakan Batak, masakan mama emang sudah diakui oleh orang2.
Nah, yang paling unik adalah, bapak sering komplain ada aja yang kurang di masakan mama. Kurang kering lah, kurang ini lah, kebanyakan itu lah, dll. Tapi gak pernah sekalipun ada sisa di piring kalo bapak lagi makan. Semua dihabiskan. Buat bapak, ini salah satu cara untuk menunjukkan cintanya kepada mama.

Banyak cara yang dilakukan orang untuk menunjukkan cintanya kepada pasangannya. Ngga harus dengan ngomong cinta, ngga harus dengan hadiah2 mahal, dll. Tapi dengan perbuatan sehari2.

Kadang2, membelikan hadiah2 mahal, ngomong cinta berkali2, malah merupakan indikasi cinta yang palsu. Malah seringkali hal2 itu dilakukan untuk menutupi kesalahan yang baru dilakukan.

Sementara hal2 sederhana justru biasanya bermakna dalam.

So what’s your way?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s