Memanipulasi Otak


Memanipulasi Otak
(written: Friday, October 26th, 2007)

2 hari yang lalu pas kebetulan dengerin radio ada acaranya Erwin Parengkuan di Kosmopolitan FM. Cuman sebentar sih dengerinnya. Pas bagian si Erwin ngobrol dengan Indra Bhirowo. Walaupun cuman dengerin 10-15 menit, tapi banyak pelajaran yang gue ambil.

Ternyata Indra dulu pernah menikah (sebelum dengan istrinya yang sekarang), namun istri dan anaknya meninggal dunia. Oh, God. Buat gue ditinggal mati orang yang kita sayangi itu adalah musibah terbesar. Bahkan lebih ‘parah’ dibandingkan dengan kita sendiri yang sakit, atau mendadak jatuh miskin, atau hal-hal sedih lainnya.

Coba kita dengar apa yang dialami Indra. Dia bilang dia sangat down dengan kejadian itu. Dan apa yang dia lakukan? Well, dia bilang sebenarnya semua orang punya kemampuan untuk memanipulasi otak. Jadi itu yang dia lakukan. Dia memanipulasi otaknya, sehingga seolah-olah kejadian itu tidak pernah terjadi. Hah…!!!!! Emangnya bisa kaya gitu? Ternyata sodara-sodara….dia bisa…!!! Dan dengan cara itu dia pelan-pelan bisa meninggalkan masa lalu dan sampai pada seorang Indra Bhirowo yang sekarang.

Pertanyaannya, apa segampang itu? Hmmm.. I don’t think so. Memanipulasi otak….well…somehow bisa membantu. Tapi itu hanya otak yang kita ‘tipu’. Bagaimana dengan hati? Hati adalah salah satu bagian diri kita yang tidak bisa kita bohongi, kita manipulasi, atau kita tipu. Dia adalah bagian paling jujur dari diri kita. Jadi meskipun otak bisa berkata ‘tidak’, tapi hati akan tetap mengingat. Dan secara tidak sadar, kita tidak menghilangkan bad memory itu dari dalam otak, melainkan hanya memindahkannya dari bagian yang terbuka ke bagian yang jauh tersembunyi di dalam. Suatu ketika, secara tidak sadar kita akan tetap kembali kesana. Untuk itu tinggal butuh kunci yang tepat untuk memanggilnya kembali.

Jadi gimana dong? Yah, menurut gue sih jangan berusaha keras untuk menghilangkannya dari otak dan hati kita. Justru kita harus mencoba menerimanya, dan pelan-pelan berusaha pasrah saja. Ikhlas. Sulit? Ya jelas. Tapi justru disinilah kita diuji. Apakah kita akan lulus ujian tersebut? Well…silakan dipikirkan sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s