Jatuh Cinta…halah


Jatuh Cinta….Halah…
(written: Sunday, June 3rd, 2007)

Ada joke lama yang bilang kenapa Jatuh cinta itu dibilang ‘jatuh’. Well, itu karena jatuh cinta itu menyakitkan. Kalo dipikir-pikir bener juga sih. Seperti halnya jatuh sakit, jatuh pingsan, dan jatuh miskin. Semuanya sama-sama ngga enak rasanya.
Symptom yang umum adalah :
1. Sulit konsentrasi
2. Kalo lagi kangen kadang bisa sampai sesak napas
3. Boros pulsa (hati-hati, ini symptom jatuh cinta yang bisa menyebabkan jatuh miskin)
4. Susah tidur, jadi pas jam kantor malah ngantuk (ini juga berbahaya, bisa menyebabkan jatuh sakit)
5. Lebih sering merenung (kalo ini bisa menyebabkan jatuh dari sepeda motor, makanya jangan merenung kalo lagi naik sepeda motor)
6. Mendadak jadi tulalit & bego (ini bisa menyebabkan jatuh pingsan, soalnya ditonjok temennya yang bete liat dia mendadak ngga nyambung diajak ngomong)

Tapi jatuh cinta juga bisa jadi indah, bila hal tersebut melibatkan dua belah pihak yang saling berhubungan secara vice versa. Maksudnya kalo si A jatuh cinta ke si B, dan si B jatuh cinta ke si A. Kalo si A jatuh cinta ke si B dan si B jatuh cinta ke si C, maka kasus tersebut masuk ke type pertama. Yang ada malah jadi ribet dan menyakitkan juga ujung2nya.

Ok, kembali ke laptop…eh…ke topik awal. Jatuh cinta yang indah. Kasus ini sih cukup jarang terjadi, walaupun kemungkinannya besar sekali, sehingga kadang-kadang orang menggunakan jasa ‘orang pintar’ untuk membuat ini menjadi terjadi.

Ok, enough with all the jokes.
Gue masih type orang yang saat ini percaya type jatuh cinta yang pertama. Dimana lebih banyak cinta yang tidak datang dari kedua belah pihak. Artinya, untuk membuatnya menjadi type kedua (yang saling berbalas..halah istilahnya) cinta butuh perjuangan. You have to fight for your love.
Tapi (teteeeep ada tapinya), ada batasnya. Gue tidak akan pernah ‘merendahkan diri’ gue untuk mendapatkan cinta orang (I mean I will not beg too much for love). Sekali orang itu mengatakan dia tidak cinta kepada kita, selamanya dia tidak akan pernah mencintai kita.

Ada bedanya antara tidak cinta dengan tidak yakin. Kalau tidak cinta, maka selamanya tidak akan berubah. Kalaupun kita berjuang untuk mendapatkan cinta itu dan berhasil, well…hati-hati..itu bukan cinta. Tapi kasihan dan simpati. Dan ini umurnya tidak akan lama. Kalau tidak yakin, kita harus berjuang untuk meyakinkan dia. Mungkin ada beberapa sebab sampai dia tidak yakin apakah dia mencintai kita atau tidak. Bisa jadi karena dia masih trauma atas pengalaman buruk dengan cinta. Atau berdasarkan ‘track record’ kita, dia masih belum yakin atas kesungguhan kita. Atau…masih banyak sebab lainnya. Dan kunci utamanya adalah sabar. Tunggu saat dan cara yang tepat untuk mengambil keputusan. Jangan gegabah. Karena keputusan yang diambil dengan emosional pasti akan disesali pada akhirnya.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s