Saya Dalam Banyak Versi


Saya yang di twitter (atau namanya sekarang X) beda dengan saya yang di Facebook, beda juga dengan saya yang di Instagram, beda lagi dengan saya yang di Linkedin, apalagi dengan saya di real life, pasti beda banget. Apakah itu artinya saya punya multiple personality?

Nggak sih, personality saya cuma satu, tapi memang yang ditampilkan di masing-masing platform media sosial itu sisi berbeda. Kenapa harus berbeda? Karena memang tujuan dan style masing-masing media sosial juga berbeda, jadi saya juga menunjukkan sisi personality yang berbeda agar sesuai dengan tujuan dan style masing-masing.

Lalu apakah jadinya saya bisa dianggap membohongi publik? Ya nggak dong. Kan ‘publik’-nya juga berbeda. Toh saya nggak menampilkan hal yang kontradiktif di antara masing-masing platform. Kalo misalnya saya bilang status saya sudah menikah di platform A lalu saya bilang saya single di platform B, itu baru disebut berbohong, dan seterusnya.

Apakah ada yang mengenal saya dari semua sisi? Oh tentu ada. Beberapa orang kenal di real life dan terkoneksi di hampir semua platform media sosial. Mereka-mereka inilah yang mengenal saya hampir dari semua sisi. Saya bilang hampir karena memang nggak akan ada yang mengenal saya 100% kecuali diri saya sendiri. We all have one version that we don’t show to others, right?

Leave a comment